Ini Beda Pendidikan Indonesia pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang
Rakyat Indonesia begitu semangat untuk memperoleh pendidikan sejak zaman dahulu.
2. HIS (Hollandsch-Inlandsche School) – Sekolah dasar bagi pribumi.
3. MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) – Sekolah menengah.
4. AMS (Algeme(e)ne Middelbare School) – Sekolah atas.
5. HBS (Hogere Burger School) – Pra-Universitas.
Tidak berhenti sampai disana, Belanda juga mendirikan sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa pada abad ke-20.
Tujuannya saat itu adalah Belanda ingin memperdalam pendidikan di Indonesia.
Beberapa perguruan tinggi yang didirikan, yaitu:
1. School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) – Sekolah kedokteran di Batavia.
2. Nederland-Indische Artsen School (NIAS) – Sekolah kedokteran di Surabaya.
3. Rechts Hoge School – Sekolah hukum di Batavia.
4. De Technische Hoges School (THS) – Sekolah teknik di Bandung.
Baca: Begini Kondisi Rumah Mendiang Olga Syahputra Kini Ditempati Billy Syahputra
Zaman Pendudukan Jepang
Ketika Belanda menyerah pada Jepang di Kalijati, Subang, sistem pendidikan di Indonesia pun diambil alih oleh Jepang.
Bedanya, Jepang membuka sekolah ini untuk seluruh kalangan masyarakat, bukan hanya bangsawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pendidikan-di-masa-penjajahan_20180503_010545.jpg)