Disebut Butuh Uang dari China untuk Menangkan Suara, Jokowi Jadi Pemberitaan Media Internasional

Bank Pembangunan China mencairkan pinjaman sebesar $170 juta untuk memulai pekerjaan teknis kereta api cepat, guna mensukseskan janji Jokowi ...

Disebut Butuh Uang dari China untuk Menangkan Suara, Jokowi Jadi Pemberitaan Media Internasional
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Presiden Joko Widodo 

Analis tersebut juga mengatakan jika ''Hubungan dengan China bisa menjadi racun bagi Jokowi''.

Akhirnya China tampak memberikan Jokowi beberapa kelonggaran.

Baca: Baiknya Seperti Ibu Peri, Begini Cara Ashanty Beri Kejutan di Wisuda Azriel Hermansyah, Bikin Adem

Tanpa memberikan rincian, Li berjanji untuk mengendalikan jumlah pekerja China yang membangun pabrik baja, infrastruktur dan bahkan yang melayani sebagai pemandu wisata di Bali.

Minggu ini di Bali dilaporkan jika pemandu wisata Indonesia menyerbu kantor imigrasi, dan memprotes lonjakan jumlah TKA China yang bekerja di profesi yang sama dengan mereka.

Baca: Youtuber Bule Ungkap Level Bahasa Inggris Ayu Ting Ting Seperti Cewek-Cewek Blok M, Artis Lainnya?

Jokowi jadi pemberitaan media China
Jokowi jadi pemberitaan media China (Capture)

Sementara itu, Bank Pembangunan China mencairkan pinjaman sebesar $170 juta untuk memulai pekerjaan teknis kereta api cepat, guna mensukseskan janji Jokowi pada Pilpres 2014 lalu.

Baca: Dewi Perssik Hapus Foto Suami, Lalu Sertakan Tagar AntiSelingkuh, Yes 2019 Ganti Suami Lagi

Dengan menyalurkan dana, China telah memberikan Jokowi bantuan kepada pemilih yang ragu dengan menghadirkan kemajuan proyek.

"China sedang mencoba untuk memastikan bahwa janji Jokowi berada di jalurnya," kata peneliti di Pusat Studi China di Jakarta, Pattiradjawane.

"Uangnya ada di sana dan pekerjaan dimulai," imbuhnya.

Baca: Gara-gara Truk Tangki, Wanita Ini Berjemur di Jalan Raya, Ternyata Ini yang Sebenarnya Terjadi

Akan tetapi, ketergantungan Jokowi pada investasi China dinilai beresiko menjadi bumerang di tengah banjirnya TKA China.

China merupakan investor terbesar ketiga Indonesia setelah Singapura dan Jepang.

Menurut data pemerintah, Jumlah warga negara China yang bekerja di Indonesia telah menggelembung lima kali lipat selama dekade terakhir menjadi lebih dari 24 ribu orang.

Baca: Pakai Aplikasi WeChat, Gadis Cantik Ini Berhasil Menjual 100 Mini Cooper, 5 Menit Habis Terjual

Halaman
123
Editor: asmadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved