Rabu, 3 Juni 2026

Mengenal Spetsgruppa A, Pasukan Khusus yang Sekaligus Mesin Pembunuh Rusia Paling Brutal

Di antara sub-unit Spetsnaz lain, Alpha adalah ‘mesin pembunuh’ pertama yang dibentuk oleh dinas intelijen KGB

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Intisari-online
Spetsgruppa A 

BANGKAPOS.COM--Rusia yang telah dikenal memiliki pasukan khusus legendaris, Spetsnaz, ternyata punya pasukan khusus lainnya yang tak kalah brutal.

Pasukan khusus yang kerap diandalkan untuk penanganan teroris itu bernama Spetsgruppa A atau yang biasa dikenal pula sebagai Directorate A atau Alpha Grup.

Kesatuan elite di bawah Federal Security Service (FSB) Special Purpose Center ini dirancang sebagai sub-unit mandiri di bawah Kesatuan Khusus Rusia.

Fokus kemampuannya adalah untuk operasi terpilih, kontra-teroris, pembebasan sandera, dan misi pembunuhan.

Spetsnaz, pasukan khusus Rusia
Spetsnaz, pasukan khusus Rusia (Wikipedia)

Di antara sub-unit Spetsnaz lain, Alpha adalah ‘mesin pembunuh’ pertama yang dibentuk oleh  dinas intelijen KGB pada 1974.

Tugas utamanya adalah mencegah dan merespon segala macam tindak kekerasan yang diarahkan ke fasilitas transportasi dan gedung-gedung publik.

Maka tak mengherankan  ketika terjadi pembajakan terhadap pesawat Aeroflot flight 3822 di Batumi, Georgia (1983), merekalah yang lebih dulu dikerahkan.

Pembajakan yang dilakukan tujuh pemuda Georgia ini berakhir dengan delapan korban  tewas.

Juga ketika terjadi penyanderaan di Gedung Teater Moskow (2002) dan gedung sekolah di Beslan (2004), mereka jugalah yang dikerahkan untuk menyerbu.

Pasalnya  tak ada kata kompromi terhadap teroris dan rata-rata pelaku teror di Rusia beraliran radikal, hampir semua serangan yang mereka lakukan dilakukan sama brutalnya dengan yang biasa dilakukan para teroris.

Untuk membungkam militan penyandera di Gedung Teater Moskow yang tengah menggelar konser akbar dengan 850 penonton, misalnya, tanpa ragu Spetsgruppa A lebih dulu memompakan obat bius lewat saluran pendingin gedung.

Setelah semua orang (termasuk penonton yang disandera) merasa pusing, barulah mereka menembaki orang-orang yang diduga sebagai para penyandera.

Tapi hasilnya sungguh mengerikan karena  sebagian di antara sandera ‘terpaksa’ ada yang ikut tewas diterjang peluru Alpha.

Kebrutalan  serupa juga terjadi dalam serbuan ke pesawat Aeroflot flight 6833 yang dibajak.

Dalam tembak menembak dengan pembajak, mereka tak ragu memberondong  tubuh pesawat dengan peluru.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved