Senin, 27 April 2026

Para Ahli Sebut Pilot Pesawat Malaysia MH370 yang Hilang Sengaja Bunuh Diri

Hingga saat ini, misteri penyebab hilangnya salah satu pesawat milik maskpai penerbangan Malaysia Airlines ini belum diketahui secara pasti.

Editor: fitriadi

BANGKAPOS.COM - Beberapa tahun lalu, dunia penerbangan internasional dihebohkan dengan hilangnya pesawat Malaysia Air MH370 yang tidak terdeteksi entah ke mana.

Hingga saat ini, misteri penyebab hilangnya salah satu pesawat milik maskpai penerbangan Malaysia Airlines ini belum diketahui secara pasti.

Namun, ada kabar mengejutkan beberapa hari terakhir ini, bahwa para ahli akhirnya yakin misteri dibalik hilangnya pesawat MH370.

Baca: Terungkap, Ini Alasan Keluarga Menolak Jenazah Puji Bomber Gereja Dimakamkan di Tanah Kelahirannya

Investigasi yang dilakukan oleh sebuah media di Australia menampilkan penyebab pesawat menghilang.

Dunia sempat dibuat bingung sejak Maret 2014 karena sebuah Boeing 777 membawa 239 orang.

Penerbangan ini membawa penumpang dari Kuala Lumpur ke Beijing.

Sebagian bangkai pesawat tidak ditemukan.

Namun para ahli mengatakan mereka telag menemukan jawabannya.

Larry Vance, mantan penyelidik senior dari Dewan Keselamatan Transportasi Kanada, mengatakan kepada program urusan Australia saat ini dia yakin dia tahu apa yang terjadi dengan pesawat itu.

"Saya pikir masyarakat umum dapat merasa nyaman dengan fakta bahwa ada konsensus yang berkembang di saat-saat akhir pesawat," katanya.

Baca: Inilah Pengakuan Mengejutkan Gadis Cilik yang Selamat Saat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Surabaya

Dia percaya pilot pesawat tersebut Kapten Zaharie Ahmad Shah bertangungjawab.

Mereka semua setuju bahwa pilot "bunuh diri" dan membawa pesawat ke tempat paling terpencil yang bisa ia lakukan sehingga "menghilang".

Kapten Shah telah dituduh sengaja menjatuhkan pesawat itu.

Pilot dan instruktur Boeing 777 Simon Hardy mengatakan Kapten Zaharie menghindari deteksi pesawat oleh radar militer Malaysia atau Thailand dengan terbang di sepanjang perbatasan.

"Ketika pesawat terbang melintasi Thailand dan Malaysia, itu berjalan di perbatasan, yang bergoyang di bawahnya, yang berarti itu akan masuk dan keluar dari kedua negara, yang mana yurisdiksi mereka berada," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved