Breaking News
Selasa, 5 Mei 2026

Mengenaskan Israel Bantai Puluhan Pemuda Palestina Protes Pembukaan Kedubes AS

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu membenarkan penggunaan kekuatan di perbatasan Gaza.

Tayang:
Editor: M Zulkodri
DailyMail/afp
Puluhan ribu warga Palestina berkumpul untuk protes terhadap pembukaan kedutaan AS, Senin (14/5/2018). Puluhan orang tewas di tengah bentrokan dengan pasukan Israel. Massa terlihat berlari menjauh dari gas air mata selama bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di timur Jabalia dekat perbatasan Gaza 

BANGKAPOS.COM--PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu membenarkan penggunaan kekuatan di perbatasan Gaza.

Militer Israel telah menembak mati puluhan puluhan warga Palestina dan melukai ribuan lainnya yang memprotes pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Informasi yang berkembang menyebutkan, sedikitnya 41 orang palestina ditembak mati oleh tentara Israel.

Para korban itu tidak hanya berasal dari para pemuda Palestina, tetapi juga wanita, orangtua, dan anak-anak.

Israel benar-benar biadab! 

Hari ini 35.000 pemrotes berdemonstrasi menentang pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem saat gas air mata dan tembakan penembak jitu (snipers) menghujani mereka.

"Setiap negara memiliki kewajiban untuk mempertahankan perbatasannya," tulis Netanyahu melalui akun Twitternya.

"Organisasi teror Hamas menyatakan niatnya untuk menghancurkan Israel dan mengirim ribuan orang untuk menerobos pagar perbatasan untuk mencapai tujuan ini.

Baca: 7 Kali Gagal Taklukkan Everst Hingga Kehilangan 9 Jari, Pria Jepang Ini Tewas di Pendakian ke 8

Seorang anak yang terkena gas air mata dilarikan ke petugas medis di pagar perbatasan dengan Israel saat demonstrasi massa berlanjut di sepanjang perbatasan Gaza hari ini.
Seorang anak yang terkena gas air mata dilarikan ke petugas medis di pagar perbatasan dengan Israel saat demonstrasi massa berlanjut di sepanjang perbatasan Gaza hari ini. (DailyMail/afp)

Kami akan terus bertindak tegas untuk mempertahankan kedaulatan dan warga negara kami," ujarnya.

Itu terjadi setelah seorang anak berusia 14 tahun berada di antara 55 orang yang ditembak mati di sepanjang perbatasan Gaza pada apa yang merupakan hari paling mematikan dalam konflik Israel-Palestina sejak perang tahun 2014 antara negara Yahudi dan penguasa Hamas di Gaza.

Setidaknya 2.400 lainnya telah terluka dengan ratusan dari mereka dengan peluru tajam.

Menurut Pejabat Gaza, pemerintah Palestina menuduh Israel melakukan 'pembantaian yang mengerikan' dan Amnesty International menyebut pertumpahan darah sebagai 'pelanggaran yang menjijikkan' terhadap hak asasi manusia.

Siang ini sebuah delegasi Gedung Putih - termasuk Ivanka Trump dan suaminya - berkumpul untuk upacara pelantikan untuk pembukaan kedutaan baru bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca: HMI Unjuk Rasa Refleksi 20 Tahun Reformasi Sebut Jokowi Gagal Penuhi Janji Politiknya

Presiden AS mengesampingkan beberapa dekade preseden ketika dia mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember 2017- keputusan yang memicu kecaman global, kemarahan Palestina dan pujian dari orang-orang Israel.

Rusia mengatakan hari ini pihaknya khawatir pembukaan kedutaan akan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved