Napi Pasti Betah, Penjara Ini Tanpa Sipir dan Dilengkapi 'kamar intim' Jika Pasangan Berkunjung

Penjara pada umumnya penuh dengan petugas sipir yang berjaga dan dilengkapi senjata, tetapi penjara di sebuah kota di Brasil ini berbeda

Napi Pasti Betah, Penjara Ini Tanpa Sipir dan Dilengkapi 'kamar intim' Jika Pasangan Berkunjung
Dok Tribunnews
Jeruji Besi 

BANGKAPOS.COM--Penjara pada umumnya penuh dengan petugas sipir yang berjaga dan dilengkapi senjata, tetapi penjara di sebuah kota di Brasil ini berbeda sama sekali: tanpa satu pun penjaga.

Bagaimana penanganan para napinya?

Perempuan bernama Tatiane Correia de Lima itu tidak mengenali dirinya sendiri ketika pertama kali menghuni sel barunya.

"Aneh rasanya bisa melihat diri saya lagi di cermin," tutur ibu dua anak berusia 26 tahun yang menjalani hukuman 12 tahun di Brasil. "Awalnya saya tidak tahu siapa saya."

Tatiane Correia de Lima baru saja dipindahkan dari lembaga pemasyarakatan biasa.
Tatiane Correia de Lima baru saja dipindahkan dari lembaga pemasyarakatan biasa. (Gustavo Oliveira)

Negara di benua Amerika Selatan itu memiliki jumlah penjara terbesar keempat di dunia dan penjara-penjara tersebut seringkali menjadi sorotan karena kondisinya yang buruk, kelebihan napi dan kekerasan antar geng yang menyulut kerusuhan yang banyak menewaskan penjaga maupun napi.

Lima baru saja dipindahkan dari lembaga pemasyarakatan biasa ke sebuah fasilitas yang dikelola oleh Asosiasi Perlindungan dan Bantuan untuk Narapidana (Apac) di kota Itaúna, di negara bagian Minas Gerais.

Tidak seperti penjara-penjara yang pada umumnya, "menghilangkan unsur kewanitaan Anda" seperti yang dikatakan Lima, di penjara Apac ia diizinkan untuk mengenakan pakaiannya sendiri dan memiliki cermin, merias diri dan mewarnai rambut.

Namun perbedaan aturan di sana dengan di penjara lain jauh lebih dalam lagi .

Tak ada sipir

Sistem yang diterapkan Apac makin diakui menciptakan penjara yang lebih aman, lebih murah dan lebih manusiawi di tengah berbagai krisis penjara di negara itu.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved