Dikiranya Sholawatan Itu Karaoke, Seorang Bule Datangi Rumah Ustad Sambil Marah-marah
Seorang wanita yang bersama ustaz itu kemudian menjelaskan suara tersebut bukanlah sebuah karaoke melainkan Sholawatan
Berusaha menengahi, ibu-ibu itu meminta agar melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT.
Pada unggahannya, Eris Riswandi juga meminta tolong pada pihak berwajib untuk segera datang ke lokasi.
Sebab, yang ditakutkan adalah jika sampai bule tersebut diamuk oleh warga.
Jika sampai terjadi, hal tersebut bisa mencoreng nama baik Indonesia di dunia internasional.
Semoga saja tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ya!
Semoga, masalahnya juga cepat terselesaikan.
Minta Maaf
Menanggapi hal itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Ciampea memanggil kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara musyawarah dan mufakat.
"Kita panggil keduanya agar masyarakat lingkungan tidak bertindak reaktif selanjutnya menghubungi tokoh masyarakat sekitar diantaranya MUI Desa Ciampea," kata Kompol Adi Fauzi, Minggu (3/6/2018).
Diceritakannya bahwa ada kesalahpahaman antara warga yang melaksanakan acara tadarus di Mushola Nurul Jadid.
"Tadarus itu diisi ustadz Ade Syafei, kebetulan rumah bule itu dekat dengan musala itu karena merasa terganggu akhirnya menegur Adi, keduanya sempat cekcok mulut, kejadiannya hari Sabtu kemarin," paparnya.
Dalam mediasi itu sambungnya, Frank menyadari akan kesalahannya karena telah emosi dan mengeluarkan perkataan yang tidak sepatutnya diucapkan.
"Iya sebenarnya dia tidak tahu bahwa kegiatan itu adalah kegiatan umat muslim,"
"Sudah selesai, Mr Frank memohon maaf kepada Ustadz Ade Syafei dan warga sekitar atas perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," imbuhnya.(grid.id/tribunewsbogor)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bule-marah_20180603_213129.jpg)