Pria Ini Satu-satunya Penumpang Garuda Boeing 737-800 NG, Begini Fakta Sebenarnya
Video itu menggambarkan seorang pria yang terbang sendiri dengan pesawat komersil Garuda jenis Boeing 737-800 NG.
Dia meminta satu dari tiga pramugari untuk merekam dirinya berjalan dari lorong (isle) pesawat dengan 6 row kursi penumpang tersebut.
Pria paruh baya itu berkumis tipis, berbaju dan celana hitam, dengan tinggi sekitar 170 cm dan berat sekitar 70 kg.
Dari rekaman itu, si pria mengatakan, dia juga pernah naik pesawat dengan kondisi begini.
“Sudah biasa, saya juga pernah dulu pakai DC-10, Mbak,” katanya ke pramugari yang merekamnya berjalan dari bagian tengah pesawat ke belakang.
Dari sebuah group whatsApp jurnalis, aktivis, di Makassar, pria itu diberi nama “Dolah Palu.”
“Pria ini tersinggung, karena diturunkan di Makassar, akhirnya carter pesawat sendiri dari Makassar ke Palu.”
Demikian komentar salah satu member group yang juga eks wartawan asal Palu, Muhammad Nur.
Logat si pria yang di dalam kabin pesawat itu memang mirip logat warga Palu, Sulawesi Tengah.
Apakah dia betul charter pesawat?
Regulasi hukum di Indonesia tidak memungkinkan seseorang mencarter pesawat komersil.
“Pesawat charter ada perusahaannya sendiri,” kata M Isdar Yusuf, praktisi hukum penerbangan dari Unhas, kepada Tribun.
Secara terpisah Vice President PT PT Garuda Indonesia Wilayah Kalimantan Sulawesi
I Wayan Supatrayasa juga membantah pesawat Garuda dicarter individu.
“Kalau dibilang charter nggak, karena semua pesawat kita dari Makassar adalah pesawat berjadwal atau reguler,” ujarnya menjawab pertanyaan Tribun tadi malam.
I Wayan menjelaskan, kemungkinan pesawat yang ditumpangi adalah pesawat yang mengalami keterlambatan dan penumpang ditranfers ke pesawat yang lebih awal.
“Pesawat yang mengalami keterlambatan tersebut, harus tetap kami berangkatkan walaupun tanpa penumpang atau dengan penumpang baru,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pilot-garuda-indonesia_20180604_233921.jpg)