Sabtu, 11 April 2026

10 Jasad Terpisah dari Bangkai KM Sinar Bangun di Dasar Danau Toba

Robot ROV yang digunakan tim Basarnas berhasil merekam puing kapal, sepeda motor hingga jenazah penumpang.

Editor: fitriadi
Istimewa
Mayat perempuan yang terekam oleh visual Robot ROV di dasar Danau Toba. 

BANGKAPOS.COM - Setelah 11 hari melakukan pencarian, akhirnya tim gabungan dapat memastikan keberadaan KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba, Kamis (28/6/2018).

Perangkat Remotely Operated Vehicle (ROV) yang digunakan petugas berhasil merekam puing kapal, sepeda motor hingga jenazah penumpang.

Saat ini, Tim Basarnas sedang mencoba mengevakuasi jasad korban yang terekam perangkat ROV. Pengangkatan jenazah menggunakan tali dan alat berat di kapal feri.

Kepastian KM Sinar Bangun ini diucapkan Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto

"Yang kemarin kita temukan kan jelas. Sudah kita lihat dengan jelas. Saya sudah melihat di monitor itu. Hari ini kita lanjutkan lagi. Sekarang kita memikirkan cara menariknya dan evakuasi. Saya mohon doa restu dari seluruh masyarakat," ujarnya sebelum melakukan operasi di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Baca: 5 Fakta Baru Tenggelamnya KM Sinar Bangun Terungkap Setelah Robot ROV Temukan Jasad

"Ada delapan sampai 10 yang kelihatan. ROV melihat hanya sampai 2 meter saja. Kalau kapal hitam saja tapi tali-talinya jelas. Kalau kapalnya tak pecah tapi utuh. Bahwa ROV jarak pandang 2 meter. Harus dekat sekali," tambahnya.

Tonton video rekaman ROV;

Ayo subscribe channel YooTube Tribun MedanTV

 

Nugroho mengungkapkan posisi jenazah berada di kedalaman 455 meter.

Nugroho juga menerima bantuan lembaga mana saja yang ikut memberikan ide untuk mengangkat jenazah.

"Jenazah terpisah dari kapal. Intinya kita angkat jenazah dulu. Kita meminta bantuan dari lembaga lain. Kalau ada generasi muda yang memberikan ide, silakan," katanya.

Baca: Video Detik-detik Penyelam Rekam Kondisi Dasar Danau Toba

Saat disinggung tentang mayat yang tidak mengapung seperti di dalam gambar, Nugroho menilai suhu yang dingin di dasar danau membuat tidak mengapung.

"Suhu dingin. Pembusukan butuh waktu yang lama, sehingga gak naik ke atas," Jelas Nugroho.

Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto
Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto (tribun medan/tommy)

 

Sekadar informasi, KM Sinar Bangun tenggelam pada 18 Juni 2018. Dugaan kuat kapal tenggelam karena kelebihan muatan dan cuaca buruk.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved