Selasa, 5 Mei 2026

Inspiring People

Diancam dan Diteror Preman Ibukota, Begini Kisah Syahrial Ridho Pengacara Sukses Asal Bangka

Awal karir sebagai pengacara di ibukota banyak tantangan dihadapi, yaitu ketika mendampingi warga mengurus ganti rugi jalan tol banyak ancaman

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
ist
Syahrial Ridho, Pengacara-Kurator sekaligus Pengusaha Sukses asal Babel berpose di depan mobil mewah miliknya. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Mengadu nasib di kota besar, bukan perkara mudah. Aral melintang pasti menghadang.

Namun keputusan harus diambil hingga akhirnya membuahkan kenyataan manis. Begitulah sekelumit perjalanan Syahrial Ridho, pengacara, kurator sekaligus pengusaha sukses asal Bangka Belitung (Babel) ketika meniti karir.

Pria yang akrab disapa Ucok itu, lahir di Pangkalpinang 25 Juni 1967 silam. Awalnya, setamat SMA di Sungailiat, Syahrial melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogjakarta dan Magister Hukum di Universitas Trisakti Jakarta.

Pada Tahun 1993, ia mengawali karir bekerja di sebuah perusahaan penerbitan buku di Jakarta.

Pria yang menyukai berbagai tantangan ini kemudian memutuskan risogn, lalu menjadi pengacara, bergabung pada sebuah Lawfirm terkemuka di Ibukota, Jakarta.

Karirnya semakin mantap, terlebih ketika status sebagai kurator dan pengusaha sukses melekat padanya. Kini, kehidupan Syahrial berkecukupan. Tak hanya bisa beli rumah dan mobil mewah, tapi berbagai bisnis ia lakoni.

"Awal karir sebagai pengacara di ibukota banyak tantangan dihadapi, yaitu ketika mendampingi warga mengurus ganti rugi jalan tol banyak ancaman dan teror yang harus dihadapi dari preman-preman yang hendak memotong uang ganti rugi warga," kata Syahrial, Sabtu (30/6/2018) mengaku di awal karir hanya mendapat gaji Rp 200 Ribu.

Namun berkat kegigihannya, Syahrial semakin terkenal. Pada Tahun 2006 ia mendirikan Firma Hukum Law Office Syahrial Ridho N Partner.

Pria yang punya motto dalam bekerja ini mengutamakan ketelitian dan integritas. Tak heran jika setiap masalah yang dihadapi, bisa rampung sebagaimana mestinya.

"Saya menjadi lawyer dan kurator yang dipercaya bank-bank besar di Jakarta seperti Bank Mandiri, Bank Lembaga Pinjaman Eksport Import/LPEI Eksim Bank, Bank DBS Singapore dan lain-lain," katanya.

Namun di balik kesuksesan itu, Syahrial mengaku tak semata-mata mengejar materi. Bergelut di bidang swasta menjadikannya lebih peka terhadap realita kehidupan masyarakat sekitar.

"Dalam menjalani karir sebagai pengacara dan kurator saya tidak ngoyo mengejar nama dan materi," kata Syahrial mengaku  aktif membantu warga di tempat tinggalnya mendirikan Yayasan Musholla dan Yayasan Pemakaman bagi warga sekitarnya.

Pria yang hobi membaca dan mengikuti ofrud lintas alam tergabung dalam JKOne Owner Club ini juga aktif di kegiatan lainnya.

Dia juga terpilih menjadi Ketua Umum Alumni Ika Isba Yogjakjakarta, sebuah organisasi silaturhami bagii alumni siswa dan mahasiswa yang pernah kuliah di Yogjakarta.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved