Masih Ingat Ponari si Dukun Cilik Dengan Batu Ajaibnya, Begini Keadaannya Sekarang

Kemampuan Ponari mengobati orang sakit ini berawal saat dia menemukan batu, saat hujan deras mengguyur

Editor: Iwan Satriawan

Poppy : "Kamu percaya sama batu petir?"
Ponari : "Kalau aku sendiri percaya."

Poppy : "Bisa mengobati orang?"
Ponari : "Percaya dengan hal-hal gaib."

Ponari : "Kalau batu itu keramat atau bukan, saya tidak tahu, soalnya semua kan makhluk Allah."

Ponari : "Mimpi aku sih, pingin punya usaha sendiri, pengen menanam buah (berkebun), menanam buah lokal."
Poppy : "Kapan mau mulai usaha?"

Ponari : "Ya secepatnya, insyaallah tahun depan."
Poppy : "Masih ingat bagaimana mengobati pasien dulu?"

Ponari : "Kalau itu saya sudah tidak sadar."
Poppy : "Jadi kamu setiap hari tidak sadar?"

Ponari : "Iya, tidak sadar, sampai sepi itu baru sadar, kan kayak tidur itu satu tahun."

Poppy : "Apa yang kamu rasakan ketika kebanjiran pasien?"
Ponari : "Nelangsa!"

Poppy : "Mengapa?"
Ponari : "Gak bisa gabung sama keluarga, waktu dulu itu ramai-ramai, bapak saya kan merantau."

Untuk diketahui, saat pengobatan Ponari meraup banyak uang, terjadi perebutan antara ayah Ponari dan kerabatnya.

Hingga ayah Ponari yang dari awal tidak setuju harus rela berpisah dengan Ponari dan ibunya.

Ponari : "Kalau sekarang, jarang, kadang seminggu kadang ada."
Poppy : "Kalau dulu?"
Ponari : "Gak bisa menghitung, soalnya terlalu banyak."

Dari pengakuan Ponari, ia menjalani praktik pengobatannya sejak duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar hingga kelas enam.

Poppy : "Jadi lebih enak dulu atau sekarang?"
Ponari : "Menurut aku sih enakan sekarang, kalau dulu terlalu ramai."
Poppy : "Tapi uangnya kan tidak sebanyak dahulu?"

Ponari : "Kan nanti kalau usaha, kalau sukses kan kembali lagi."
Setelah melakukan wawancara dengan Ponari, Poppy menjelaskan hasil analisanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved