5 Artis Pernah dapat Ancaman, Dibunuh hingga Disiram Air Keras, Nomor 4 karena Asmara

Para artis harus siap menerima komentar negatif dari para haters di media sosial. Lebih menyeramkan lagi, mereka juga harus siap menerima teror

5 Artis Pernah dapat Ancaman, Dibunuh hingga Disiram Air Keras, Nomor 4 karena Asmara
Raffi Ahmad dan Ruben Onsu 

Pengakuan Ayu itu dibenarkan oleh pengacaranya, Secarpiandi saat dihubungi wartawan via ponselnya, Senin (25/10/2010).

Tidak hanya diancam, Ayu juga merasa difitnah.

Ayu sendiri mengaku diancam dan diteror saat dirinya maju menjadi Calon Wakil Bupati Sukabumi, Jawa Barat, 2010 silam.

Mengutip Grid.iD, teror tersebut rupanya sudah ada sejak dirinya menjadi artis.

"Teror sih udah dari zaman jadi artis. Banyak yang teror mau disantet dan disiram air keras. Buktinya, sampai sekarang saya masih hidup," kata Ayu bangga.

"Waktu mencalonkan banyak yang teror, apalagi jaman waktu jadi artis," ujarnya.

Selain memilih bersikap cuek, Ayu mengaku tak sekalipun merasa risih dan terganggu.

"Kalau terganggu, berarti saya enggak maju dong," tantang Ayu yang ditemani suami dan anak bungsunya, Izabell.

Sang suami pun tak ketinggalan memberikan dukungan untuk Ayu. Apalagi saat istrinya diteror.

"I never worried about it. I only focus on my music, wife, and children," seru Mike.

4. Shinta Bachir

Shinta Bachir
Shinta Bachir (Instagram)

Penyanyi cantik Shinta Bachir mengaku diancam akan dibunuh, Januari 2012.

Tak disangka, ancaman pembunuhan itu justru datang dari seorang mantan Kapolda Metro Jaya.

Ia memang memiliki kedekatan dengan mantan Kapolda itu sejak dua tahun lalu.

Shinta pun ketakutan dan melaporkan ancaman tersebut ke polisi.

Meski didesak siapa jendral yang mengancamnya, Shinta tidak mau membuka identitasnya.

Bersama kuasa hukumnya, Achmad Rifai, Shinta membawa kasus ini ke polisi.

5. Ruben Onsu

Ruben Onsu
Ruben Onsu (Instagram)

Pembawa acara Ruben Onsu (32) mengaku bahwa keluarganya mendapat teror ancaman pembunuhan melalui telepon.

"Ada pengancaman pembunuhan dua bulan ini. Ada teror masuk ke nomor saya. Sering masuk ke nomor saya," tutur Ruben seusai memandu peluncuran buku Ivan Gunawan di Gramedia Central Park, Jakarta Barat, Rabu (11/11/2015).

Ia mengatakan, sang peneror kerap menghubunginya melalui nomor khusus yang biasa ia bagi kepada relasi kerja, media, ataupun kenalan.

"Tiga nomor yang sama yang selalu neror saya. Secara perkataan, ini bukan orang iseng. Dia bilang, anak saya disuruh hibahin ke orang lain," kata Ruben.

"Siapa yang enggak miris. Anak saya disuruh relain," lanjut lelaki yang mengaku mendapat ancaman dua atau tiga hari sekali ini.

Ruben semakin waswas dan khawatir setiap kali keluar rumah bersama keluarganya atau ketika ia meninggalkan istri dan anak untuk bekerja.

"Kalau ke acara, istri saya enggak boleh datang. Jadi, saya sampai sekhawatir itu. Saya mengkhawatirkan istri dan anak saya," tuturnya.

Ancaman itu pun telah ia laporkan ke pihak berwajib dan sedang diselidiki oleh polisi.

Ruben menyerahkan proses hukumnya kepada kuasa hukumnya, Minola Sebayang.

"Wajar enggak sih saya meminta perlindungan, apakah dibilang lebay? Sudah dalam proses (laporan ke polisi)," katanya.

"Tapi, selesaiin yang lama dulu (kasus penjualan anak online). Yang pasti, ini ada pengancaman dari tersangka yang berbeda dari yang jual anak itu," kata ayah satu anak ini. (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)

 
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved