Kisah Pemakaman Presiden Soeharto Ada Bunyi Ledakan Aneh hingga Cuaca Tak Biasa

"Tepat pada hantaman linggis yang ketiga kali, tiba-tiba duaarrr!! Terdengar suara ledakan yang sangat keras bergema di atas kepala kami,"

Editor: M Zulkodri
Kompas.com
Soeharto dan Ibu Tien (kompas) 

Namun, kekuasaan Soeharto jatuh pada tahun 1998.

Itu setelah munculnya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Bulan Mei 1998 pun akhirnya memiliki catatan penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Sebab, saat itu Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya.

Belakangan, alasan sebenarnya pengunduran diri Soeharto sebagai seorang presiden pun diungkap sang anak, Siti Hediati Hariyadi Soeharto, atau yang biasa disapa Titiek Soeharto.

Baca: Penuh Sensasi, Ini 5 Fakta Tentang Syahrini, Nyaris Dipenjara hingga Skandal Asmaranya

Pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Sukarno, diikuti Mayjen Soeharto mengumumkan Surat Perintah Sebelas Maret di Istana Bogor.
Pada tanggal 11 Maret 1966, Presiden Sukarno, diikuti Mayjen Soeharto mengumumkan Surat Perintah Sebelas Maret di Istana Bogor. (BERYL BERNAY/GETTY IMAGES)

Titiek mengungkapkannya dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories" tahun 2012.

Baca: Usai Dijilat Anjing, Kaki dan Tangan Pria Ini Terpaksa Harus di Amputasi

Dalam buku itu, Titiek mengungkapkan, sebelum mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden, Soeharto memanggil seluruh anaknya.

Saat itu, dia mengatakan memutuskan akan mengundurkan diri dan berhenti dari jabatannya sebagai seorang presiden.

Keputusan itu akan diumumkannya pada keesokan harinya.

Satu di antara alasan yang disampaikan Soeharto karena kondisi Indonesia saat itu sudah semakin kacau.

"Karena keadaan sudah semakin kacau dan saya tidak mau terjadi pertumpahan darah di antara sesama rakyat Indonesia, saya sudah memutuskan untuk mengundurkan diri dan berhenti dari jabatan saya sebagai presiden. Dan besok akan saya umumkan,"kata Titiek menirukan ucapan Soeharto.

Mendengar jawaban itu, seketika seluruh anaknya terdiam.

Termasuk Titiek juga ikut terdiam.

Sesaat kemudian, Titiek bertanya kepada Soeharto.

"Apakah Bapak sudah yakin pada keputusan yang akan bapak ambil itu?" tanya Titiek.

Mendapat pertanyaan itu, Soeharto hanya menjawab pendek.

"Biarlah nanti sejarah yang akan membuktikan apa yang sudah Bapak dan Ibumu lakukan untuk negara dan bangsa ini," jawab Soeharto saat itu.

Pembangunan nisan Mantan Presiden Soeharto di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar
Pembangunan nisan Mantan Presiden Soeharto di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar (tempo)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Momen Terdengar Ledakan Saat Gali Makam Soeharto Diungkap Mantan Bupati Wonogiri, Sebut Soal Isyarat 

***

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved