Desa Ketap Utamakan Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan Perkebunan
Desa Ketap memiliki pesona pantai, kebudayaan dan kearifan lokal serta produk ekonomi kreatif masyarakat.
BANGKAPOS.COM - Desa Ketap merupakan satu diantara desa yang termasuk dalam Pemerintahan Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat.
Desa Ketap memiliki pesona pantai, kebudayaan dan kearifan lokal serta produk ekonomi kreatif masyarakat yang sudah terkenal luas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Desa Ketap juga bisa dikatakan sebagai desa yang tetap memegang teguh sikap toleransi dalam kehidupan berumat dan beragama yang benar-benar dilaksanakan dengan baik oleh warga masyarakatnya dari dahulu hingga sekarang.
Karena masing-masing dusun di Desa Ketap ini memiliki ciri khas tersendiri baik dari umat beragama maupun kebudayaan dan kearifan lokalnya, seperti di Dusun Tayu yang setiap tahunnya melaksanakan ritual sembahyang rebut atau biasa dikenal dengan ‘Chit Ngiat Pan’.
Kepala Desa Ketap, Indra mengatakan, sembahyang rebut ini sudah menjadi agenda resmi tahunan Dinas Pariwisata dalam rangkaian tradisi wisata religius yang berlangsung di enam kecamatan di Bangka Barat.
“Selain ritual keagamaan juga diselingi hiburan rakyat yang diselenggarakan panitia alam acara sembahyang rebut ini. Satu diantaranya tentu barongsai dengan mempertontonkan bermacam atraksi yang membuat decak kagum bagi kita yang menontonnya,” kata Indra.
Selain ritual sembahyang rebut terdapat pula keunikan lainnya yang sudah turun temurun dilaksanakan setiap malam ganjil menjelang Hari Raya Idul Fitri yaitu budaya puting-puting, adalah budaya yang intinya bersilaturahmi dari rumah ke rumah untuk mencicipi hidangan yang dihidangkan saat tibanya Hari Raya Idul Fitri.
Selain wisata religius, Desa Ketap juga menyimpan pesona wisata alam berupa pantai yang dinamakan Jerangkat.
Oleh warga masyarakat sekitar maupun pengunjung yang datang selain menikmati pemandangan pantai dengan butiran pasirnya yang halus, pesona dari tumpukan bebatuan dan pulau kecil yang indah dan sedap dipandang juga faktor utama yang menjadikan Pantai Jerangkat ini jadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi di akhir pekan.
Dari sektor produk ekonomi kreatif masyarakat, Desa Ketap memiliki andalan yaitu teh hijau tayu. Seperti namanya memang teh hijau ini ditanam dan dikembangkan di Dusun Tayu.
Teh hijau tayu sendiri sudah lama digandrungi penikmat teh hijau karena diakui selain dari nilai kesehatannya, juga memiliki citarasa yang tinggi dan aroma harum yang terkandung dalam teh tersebut.
Teh hijau tayu ini tergolong unik karena tanaman teh biasanya tumbuh dan berkembang di dataran yang tinggi atau pegunungan, namun teh hijau tayu ini bisa hidup dan ditanam di dataran yang rendah.
Indra menjelaskan, selama ini sudah banyak konsumen yang mencicipi teh hijau tayu, baik berasal dari dalam daerah maupun luar daerah saat berkunjung ke Pulau Bangka.
Selain khasiat dari teh tersebut yang membuatnya terkenal, teh hijau ini juga sudah memiliki merek dagang tersendiri sehingga menjadikan teh hijau tayu ini menjadi oleh-oleh khas bila berkunjung ke Desa Ketap.
Pemerintah Desa Ketap bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat serta petani teh hijau di desa ini berencana menambah luas untuk pengembangan teh hijau ini seluas 10 Hektare dengan menyediakan bibit 12 ribu batang siap tanam, karena saat ini kurang lebih lahan produktif yang ditumbuhi dan ditanam teh masih sekitar 7-8 Ha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/desa-ketap_20180827_095214.jpg)