Minggu, 19 April 2026

Kisah Sergey, Prajurit Termuda Perang Dunia II, Sang Kakak Tewas Digantung Saat Berusia 10 Tahun

Dalam hal peperangan sendiri, ada Sergey Aleshkov, seorang anak Soviet yang menjadi prajurit termuda

Editor: Iwan Satriawan
war history online
Sergey Aleshkov 

BANGKAPOS.COM--Kisah tentang anak-anak perang lebih seringkali tragis daripada menyenangkan.

Menurut berbagai perkiraan, Perang Dunia Kedua merenggut nyawa 13 juta anak-anak.

Beberapa dari mereka disiksa di kamp-kamp konsentrasi, beberapa tidak dapat lolos dari siksaan kamp, dan beberapa lainnya dipaksa mengambil bagian dalam peperangan.

Dalam hal peperangan sendiri, ada Sergey Aleshkov, seorang anak Soviet yang menjadi prajurit termuda dalam Pertempuran Stalingrad.

Hal itu sekaligus menjadikannya prajurit termuda dari Perang Dunia II.

Dokumen tentang kelahiran Sergey Aleshkov tidak diketahui, namun perkiraan kelahirannya sekitar tahun 1934 atau 1936 di desa Gryn, Kaluga.

Setelah pecahnya Perang Dunia II, desa ini menjadi basis untuk penyebaran partisan.

Pada musim panas 1942, pasukan Jerman tiba-tiba tiba di Gryn dan mulai membunuh para partisan.

Kakak laki-laki Sergey yang berusia 10 tahun pun digantung dan ibunya ditembak.

Berkat tetangga, Sergey melarikan diri melalui jendela dan berlari ke hutan.

Dia mengembara sampai Agustus 1942 ketika pengintai Kozelsky dan Soviet menemukannya.

Sergey yang ditemukan dalam keadaan buruk itu pun segera diberi bantuan medis dan dijahitkan seragam militer yang cocok.

Mayor Mikhail Vorobiev pun mengadopsinya.

Dalam percakapan dengan ayah barunya, Sergey mengatakan bahwa dia ingin melihat perawat yang baik, Nina Bedova, dalam peran ibunya.

Menurut versi utama dari cerita, mereka menjadi keluarga resmi setelah Pertempuran Stalingrad.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved