Buwas Meradang, Sebut Stok Beras Aman Tidak Perlu Impor
Stok persediaan beras yang melimpah nyatanya membuat Perum Bulog harus menyediakan gudang tambahan.
BANGKAPOS.COM - Impor beras untuk Bulog menjadi polemik.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso pun turut berkomentar atas pengadaan impor tersebut.
"Mantan Dirut Bulog, dia gak ngerti itu masanya beliau itu, itung-itungannya beliau jangan dibawa ke masa sekarang.
Saya hanya bilang jangan jadi pengkhianat-pengkhianat bangsa ini, dari mana itungan dia, kayak yang paling pinter aja," ujarnya.
Baca: Tak Terima Uang Belanja Cuma Rp 200 Ribu Sebulan, Istri Dibantu Selingkuhan Nekat Bunuh Suami
Ia juga mengatakan jika stock beras hingga akhir tahun masih aman dengan perhitungan masih memiliki 2,7 juta ton.
"Kita punya stok di akhir tahun ini tanpa penyerapan lagi itu ada 2,7 (juta ton beras), itu itungan pasti gak ngarang-ngarang karena saya bukan ahli itung-itungan," tambahnya.
Selain itu, Buwas juga menyindir soal pengadaan impor beras yang dirasa tidak perlu.
"Ada yang ngomong 'perlu impor' , ini pikiran dari mana, saya juga bingung ini warga negara atau bukan, ini berpikir negara bangsa atau bukan.
Baca: CPNS 2018 - Hati-hati Tertipu, Calo CPNS Pasang Tarif Rp 75 Juta Untuk Loloskan Calon Pelamar
Cobalah kita sama-sama, gunanya berkoordinasi itu kita menyamakan pendapat, kira-kira ini lo prediksinya.
Jadi kalo saya mengeluhkan fakta gudang saya ini sudah tidak mampu menyimpan, saya harus menyewa gudang bahkan meminjam itu kan cost tambahan itu cost tambahan, ada yang jawab itu urusannya Bulog kalo soal gudang, (mengumpat)," ujar Buwas.
Lihat videonya:
Sementara itu, diberitakan dari Kompas.com, stok persediaan beras yang melimpah nyatanya membuat Perum Bulog harus menyediakan gudang tambahan.
Hal itu dilakukan agar stok beras tersebut bisa disimpan dengan baik sebelum didistribusikan ke pasar.
Baca: CPNS 2018 - Kemenlu RI Rekrut 125 CPNS, Ini Alokasi dan Jurusan yang Dicari
Budi Waseso menyatakan, pihaknya bahkan harus menyewa gudang milik institusi negara lain untuk mengakomodir stok beras tersebut.
"Secara kapasitas, gudang Bulog mampu menampung tiga juta ton beras, tetapi karena ada beberapa yang harus diperbaiki, rusak, dan lainnya jadi hanya mampu 2,2 juta ton. Hari ini kita sewa dan pinjam gudang milik TNI AU buat menyimpan beras di luar gudang Bulog," jelas Waseso di Pasar Raya Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buwas_20180504_143339.jpg)