Masyarakat Hadiri Haul Ke-63 H Chotamarasyid (Kyai Bakit)
Masyarakat dan keturunan H Chotamarasyid bin H Usman (Kyai Bakit) menghadiri kegiatan Haul ke-63 Tahun 2018
BANGKAPOS.COM - Masyarakat dan keturunan H Chotamarasyid bin H Usman (Kyai Bakit) menghadiri kegiatan Haul ke-63 Tahun 2018 yang berlangsung di depan Taman Pemakaman Umum Desa Bakit Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (22/9).
Makam Kyai Bakit ini ramai dikunjungi para peziarah karena H Chotamarasyid yang dikenal Kyai Bakit ini sebagai salah seorang penyebar agama Islam di Bangka. Bahkan banyak pengikutnya terkenal di pelosok Kalimantan, Riau, Deli, Malaysia bahkan Brunei Darussalam.
Kegiatan Haul ke-63 H Chotamarasyid menghadirkan dua orang penceramah yaitu Al Habib Umar bin Hasan bin Thohir dan Afrizal, serta doa oleh H Muhammad Arief. Pembacaan manakib H Chotamarrasyid disampaikan H Shofwan Usman.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Biro Kesra Pemprov Babel DR H Asyraf Suryadin, Asisten Bidang Ekonomi Bangka Barat H Rozali, Datuk H Ramli Sutanegara, Ketua DPW Partai NasDem Babel Zuristyo Firmadata, Anggota DPR RI Melda Addriani, Suwito Kepala Dinas Pariwisata Bangka Barat, Camat, Kepala Desa Bakit Ahmad Amsir, alim ulama, sesepuh Desa Bakit, pengurus majelis taklim di Bangka Barat maupun Belinyu serta para keluarga besar keturunan (zurriyat) H Chotamarasyid Kyai Bakit.
Dalam kesempatan ini mewakili keluarga, Datuk H Ramli Sutanegara mengemukakan H Chotamarasyid datang ke Bangka untuk menjalankan syiar Islam. Karena kala itu, masih ada masyarakat Bangka yang belum beragama.
Menurut Ramli, tahun 1924 H, Chotamarasyid bertempat tinggal di Belinyu melaksanakan syiar Islam di seluruh Kabupaten Bangka. Sedangkan tahun 1925 hijrah ke Desa Bakit.
“Beliau ini merupakan seorang ulama yang kharismatik dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi, tidak pernah mengajar kebencian terhadap orang lain,” ujar mantan Anggota MPR RI ini.
Dijelaskan Ramli, pada saat perang kemerdekaan, H Chotamarasyid aktif memberikan nasihat dan saran kepada para pejuang Bangka tentang strategis mengalahkan Belanda.
Dikemukakan Ramli dalam usia 72 tahun pada tahun 1955 (10 Muharram 1377 H), H Chotamarasyid wafat dan dimakamkan di Bakit. Sementara istrinya Nyai Hj Latifah binti Kgs HM Akib meninggal dunia tahun 1961 dan dimakamkan di samping makam beliau.
Kepala Biro Kesra Pemprov Babel Dr H Asyraf Suryadin, mengemukakan Haul ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar di Desa Bakit. Bahkan menurut Asyraf agar kegiatan ini dapat diagendakan dan semakin tahun akan semakin lebih baik.
“Masyarakat yang datang ini tidak hanya dari Bangka Barat, tapi berharap dari belahan dari provinsi lain,” ujarnya.
Asyraf berharap agar sosok Kyai H Chotamarasyid dapat dibukukan dan bisa sebagai oleh-oleh dibawa pulang oleh masyarakat yang ikut berziarah.
Di sisi lain Asyraf mengemukakan, acara Haul dan tabligh akbar merupakan ajang silaturahmi dan saling kenal mengenal.
“Silaturahmi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat di Babel. Kegiatan Haul jangan sampai disini, tapi dapat dijadikan silaturahmi merupakan bagian amal buat kita,” kata Asyraf.
Asisten Bidang Ekonomi Bangka Barat H Rozali, mengemukakan kehadiran di Desa Bakit untuk mengenang wafatnya seorang tokoh agama yang sangat berpengaruh yang dimakamkan di Desa Bakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kiyai-bakit_20180924_093823.jpg)