Kamis, 23 April 2026

Waspada Enam Balita di Kabupaten Bangka Positif Tertular Virus Rubella

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menemukan ada enam balita di Kabupaten Bangka yang ternyata positif menderita penyakit Rubella

Penulis: nurhayati | Editor: M Zulkodri
Bangka Pos / Nurhayati
Pemberian suntikan imunisasi Meales Rubella (MR) saat Pemkab Bangka melakukan kampanye gerakan masyarakat (Germas) dengan melakukan aktivitas fisik yakni senam, makan buah dan sayur serta cek kesehatan secara berkala Jumat 14 9-2018 di Halaman Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menemukan ada enam balita di Kabupaten Bangka yang ternyata positif menderita penyakit Rubella.

Enam balita tersebut dua balita dari Desa Penagan Kecamatan Mendobarat, dua dari Kecamatan Sungailiat yakni di Kampung Jawa dan Sinarbaru, satu dari Desa Baturusa Kecamatan Merawang, dan satu dari Kecamatan Pemali.

Ke enam anak tersebut mengalami gangguan mata, gangguan pendengaran dan gangguan jantung.

Diakui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti dari hasil pemeriksaan laboratorium ke enam balita tersebut positif terkena Virus Rubella.

"Mereka ini terkena Congenital Rubella Syndrome (CRS). Jadi ibunya lagi hamil kena Rubella karena kena Rubella kena janinnya yang disebut Congenital Rubella Syndrome. Khasnya penyakit ini janin yang dikandung terkena gangguan mata katarak, tuli dan gangguan jantung. Ada yang masih bayi dan ada yang sudah usia empat tahun," jelas Then kepada bangkapos.com, Jumat (28/9/2018) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.

Menurut Then, kebanyakan para ibu yang balitanya tertular Virus Rubella tersebut tidak mengetahui mereka saat hamil terkena penyakit Rubella. Saat anaknya lahir setelah dicek ternyata positif terkena Virus Rubella.

"Terdeteksinya setelah anaknya lahir karena tidak pernah memeriksa Rubella," kata Then.

Disampaikannya, gejala ibu hamil yang tertular Virus Rubella ini yakni deman ringan dan mengeluar tanda bintik-bintik merah tetapi tidak setiap orang mengalami gejala tersebut.

"Tetapi bentuknya tidak terlalu menonjol biasanya kelihatan ketika terkena matahari atau sinar lampu. Jadi gejalanya ringan, tidak tahu," jelas Then.

Untuk pengobatan anak yang terkena Rubella maka bagian mata harus operasi katarak, tuli harus pasang implant alat bantu pendengaran dan harus operasi jantung bagi yang mengalami jantung bocor.

"Untuk operasi secepatnya semakin baik. Kemarin untuk yang di Bangka Barat langsung operasi ketika usia sembilan bulan sudah operasi mata kemudian telinga dan sekarang masih untuk operasi jantungnya," ungkap Then.

Bagi keluarga tidak mampu maka Pemkab Bangka bisa membantu biaya pengobatan balita yang terkena Rubella melalui Jaminan Kesehatan Sepintu Sedulang (JKSS) tetapi syaratnya anggota BPJS kelas tiga.

Jika anggota BPJS kelas dua tidak bisa dibantu untuk pengobatan karena dianggap masyarakat mampu.

"Kita bantuannya untuk keluarga tidak mampu," kata Then.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved