Gempa Donggala Sulawesi Tengah
BNPB Beberkan Fenomena Rumah Bergerak dan Amblas saat Gempa Palu
Video detik-detik saat rumah roboh karena proses likuifaksi dan ambles akibat gempa 7,4 SR di Kota Palu.
"#Gempa Mag:7.7, 28-Sep-18 17:02:44 WIB, Lok:0.18 LS,119.85 BT (27 km TimurLaut DONGGALA-SULTENG), Kedalaman:10 Km, Potensi tsunami utk dtrskn pd msyrkt #BMKG," tulis BMKG dalam Twitternya, Jumat (28/9).
30 menit kemudian, status peringatan dini tsunami berakhir.
Update Gempa
BNPB menginformasikan melalui unggahan Facebook, Minggu (30/9/2018), terdapat 832 korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.
Diberitahukan bahwa ada 821 orang meninggal yang berasal dari Kota Palu dan 11 orang korban berasal dari Donggala.
Penyebab korban meninggal dunia terutama karena tertimbun reruntuhan bangunan yang roboh akibat gempa dan tsunami.
Kini semua korban meninggal telah dimakamkan secara layak usai dilakukan identifikasi.
Untuk menghindari timbulnya penyakit, korban meninggal dunia mulai dimakamkan secara massal, Minggu.
Baca: Piala Asia U-16 - Live Streaming Timnas U-16 Indonesia vs Australia Sore Ini
Sementara itu identifikasi mayat dilakukan melalui DVI, face recognition dan sidik jari, data korban ada di DVI Polda Palu.
Korban yang terluka berat ada 540 orang yang dirawat di rumah sakit.
Sementara ada 16.732 pengungsi yang tersebar di 24 titik.
Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum teridentifikasi.
Korban jiwa diduga masih tertimbun bangunan runtuh dan daerahnya belum dijangkau oleh Tim SAR.
Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, juga telah menetapkan masa tanggap darurat terhadap gempa dan tsunami di Palu.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/lumpur-saat-gempa_20181001_075055.jpg)