Jumat, 10 April 2026

Peringati Hari Kontrasepsi Se-Dunia, BKKBN Gencar Ajak Masyarakat Ber-KB

BKKBN Bangka Belitung menggelar Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2018 berlangsung di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang.

Editor: fitriadi
Bangka Pos/Agus Nuryadhyn
BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2018 berlangsung di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Selasa (2/10). 

BANGKAPOS.COM - BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Hari Kontrasepsi Sedunia Tahun 2018 berlangsung di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Selasa (2/10).

Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Babel H Abdul Fattah dan dihadiri Sekretaris Utama BKKBN Pusat Nafrijal, mewakili Plt Wali Kota Pangkalpinang Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Pangkalpinang Rita Komarina, Kepala Perwakilan BKKBN Babel Hj Etna Estalita, Kepala Dinas Kesehatan Babel Drg Mulyono Susanto, Kasi Intel Korem 045 Gaya Letkol Deksi Van Toni, Ketua MUI Babel DR H Zayadi,Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI Babel Nardi Pratomo, Forkominda serta para tamu dan undangan.

Wakil Gubernur Babel, H Abdul Fattah mengatakan pengendalian penduduk merupakan peran penting yang dilakukan BKKBN melalui pemasangan alat kontrasepsi.

Dalam meningkatkan kualitas penduduk di Babel, data survei Sensus Nasional tahun 2017 disebutkan bahwa 57,87 persen wanita di Babel menikah pada usia kurang dari 20 tahun.

Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, terdapat 64 persen wanita yang menikah di bawah usia pelajar SMA.

"Ini merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi kita di Provinsi Kepulauan Babel," jelasnya.

Lebih lanjut Fattah menjelaskan, Kepala Perwakilan BKKBN BAbel setiap hari selalu mengumandangkan hati-hati dengan kondisi menikah di bahwa usia 20 tahun dengan pendidikan dibawah usia pelajar SMA.

"Ini akan membuat pusing dan menambah banyak pekerjaan dalam menghadapi bonus demografi dalam tahun 2030," ungkap Fattah.

Sementara itu Sekretaris Utama BKKBN Pusat, Nofrijal menjelaskan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia, jatuh pada 26 September 2018 dan secara nasional akan dilaksanakan pada 9-10 di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Nofrijal menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Babel yang tidak henti-hentinya selalu memberikan dukungan penuh dengan kegiatan Temu Nasional Kamping, pertemuan nasional PIK Remaja.

Dikemukakan Nofrijal, Hari Kontrasepsi diperingati dalam rangka mengingatkan masyarakat bahwa di Indonesia sudah memiliki 34 juta para peserta keluarga berencana dari 48 juta pasangan usia subur.

Menurut Nofrijal, pada Hari Kontrasepsi untuk mengakses pelayanan ke masyarakat, keluarga pasangan suami istri yang belum ber-KB sekitar 5 juta pasangan usia subur yang sudah menikah dilayani KB tapi tidak bisa dilayani.

"Hal ini belum dapat terlayani karena akses pelayanan belum lengkap, dan persepsi dari pasangan itu sendiri," ujarnya.

Dilanjutkannya, hampir 100 juta pasangan yang belum ber-KB dan ini harus ditargetkan oleh negara di seluruh dunia.

"Peringatan Hari Kontrasepsi ini untuk mengingatkan kepada kita bahwa tugas pemerintah, masyarakat dan tokoh masyarakat agar mengingatkan pada pasangan yang sudah seharusnya ber- KB, tapi tidak menggunakan alat kontrasepsi, " ungkap Nofrijal.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved