Rabu, 6 Mei 2026

Sikap Menteri Susi Soal Tambang: "Tidak Boleh Belitung Lautnya Disentuh"

Susi Pudjiastuti menegaskan agar tidak ada aktivitas tambang laut di Pulau Belitung.

Tayang:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyalami nelayan yang ikut audiensi di Pantai Burung Mandi, Kecamatan Damar pada Kamis (4/10/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM - Senyum Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ramah menyalami nelayan-nelayan Belitung Timur di Pantai Burung Mandi, Kecamatan Damar pada Kamis (4/10/2018).

Kedatangannya juga disambut Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fattah dan Bupati Belitung Sahani Saleh.

Mengenakan baju renang hitam bermotif, kedatangannya juga didampingi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Arcandra Tahar dan Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza.

Menyampaikan sambutannya dihadapan para nelayan, Susi Pudjiastuti menegaskan agar tidak ada aktivitas tambang laut di Pulau Belitung.

"Kalau bisa tambang diambil yang di darat saja, yang di laut biar ikan saja yang diambil," katanya.

Ia menambahkan seseorang pernah memaparkan padanya mengenai sistem penambangan baru yang ramah lingkungan.

Namun ia menolak jika tidak ada bukti keamanan teknologi tersebut.

"Saya perlu contoh, tapi jangan disini, buat dulu di Bangka, kalau betul tidak merusak lingkungan nanti kita pikirkan," kata menteri yang terkenal dengan jargon 'tenggelamkan' ini.

"Tidak boleh Belitung lautnya disentuh (tambang laut)," tegas Susi.

Ucapannya lantas disambut tepuk tangan meriah para nelayan yang setuju.

Menurutnya jika ada belum ada teknologi yang ramah lingkungan maka tidak boleh pula ada kegiatan penambangan timah di laut.

Tapi kalau teknologi penambangan benar-benar ada dijamin aman dan tanpa risiko maka tinggal mengatur zonasi dengan tetap dilakukan pengawasan.

"Kalau memang menguntungkan masyarakat dan baik bagi negara, tidak merusak lingkungan, oke. Kalau ada risiko tidak usah," tuturnya.(*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved