Tradisi Kawin Massal Desa Serdang, Pupuk Kebersamaan Warga Desa
kawin massal ini tradisi turun temurun yang diharapkan mampu memupuk ke kebersamaan antar warga
Penulis: Antoni Ramli | Editor: Iwan Satriawan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tradisi dan ritual adat Kawin Massal desa Serdang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, terus menunjukkan eksistensinya, Sabtu (27/10/2018) siang, tradisi tahunan tersebut kembali digelar.
Pada kesempatan itu, ada tujuh pasangan yang mengikuti prosesi kawin massal tersebut.
Gemercik sisa guyuran hujan, tak menyurutkan semangat dan antusiame warga menyaksikan tradisi tahunan yang digagas Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Basel.
Mereka tumpah ruah disisi kiri dan kanan jalan raya desa Serdang.
Arak-arakan ornamen kesenian dan kebudayaan Bumi Junjung Besaoh, menambah semarak tradisi kawin Massal.
Sementara sejumlah pasangan Kawin Massal turut melenggang dibelakangnya.
Ritual kawin massal di hadiri kepala Badan Ketahanan Pangan Pemprov Bangka Belitung Ahmad Damiri, Wakil Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, anggota DPRD Babel Toni Purnama, Kepala Disdikbud Eddy Supriadi, kepala OPD, asisten, staf ahli, camat, dan perangkat desa setempat.
Kepala Desa Serdang, Apendi menyebut adanya tradisi turun temurun ini bisa membangkitkan semangat kebersamaan dan silahturahmi antar sesama warga desa.
Biasanya ritual semacam ini digelar pada awal usai panen lada.
" kawin massal ini tradisi turun temurun yang diharapkan mampu memupuk ke kebersamaan antar warga desa. Dulunya dilaksanakan pasca panen lada. Namun saat ini, panen lada mundur," ujar Apendi, Sabtu (27/10/2018).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kawin-massal_20181027_183019.jpg)