Rencana Monumen Perjuangan Presidium, Sahani: Saya Ingin Lihat Master Plan Terlebih Dahulu

Kalau menghibahkan semuanya tiga hektar, kami tidak mau. Kami ingin lihat master plan dulu seperti apa bentuk, posisi dan

Rencana Monumen Perjuangan Presidium, Sahani: Saya Ingin Lihat Master Plan Terlebih Dahulu
Pos Belitung/Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem). 

BANGKAPOS, BELITUNG - "Saya ingin melihat master plan terlebih dahulu. Setelah itu baru berbicara penghibahan lahan di Tanjung Kelayang, karena kami hanya ingin memberikan lahan tersebut, khusus untuk pembangunan monumen perjuangan presidium pembentukan Provinsi Bangka Belitung itu saja.

Demikian diungkapkan oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Selasa (26/11/2018) kepada Posbelitung.co. Lahan yang berada di Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk itu, rencana sedang dalam pengusulan pembuatan monumen perjuangan Presidium, lantaran tempat tersebut dinilai memiliki sejarah pembentukan Provinsi Bangka Belitung (Babel).

"Kalau menghibahkan semuanya tiga hektar, kami tidak mau. Kami ingin lihat master plan dulu seperti apa bentuk, posisi dan segala macam.

Pemanfaatan nya untuk apa saja, dan terus terang saja penyerahannya nanti cukup pembangunan monumen itu saja," kata Sanem.

Semula, Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan, rencana pembangunan monumen itu mengingat usia Negeri Serumpun Sebalai kini sudah 18 tahun dan pembangunan monumen itu sempat mengalami penundaan, lantaran Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung hanya menyerahkan 1/2 hektar lahan.

Sedangkan lahan yang dibutuhkan untuk seluruh area monumen itu sekitar tiga hektar. Monumen ini, dinilai perlu dibangun, sebagai bentuk sejarah dan memotivasi pemuda untuk meneruskan sejarah.

"Kami ingin melihat dulu bentuknya seperti apa, karena terus terang saja pemerintah daerah juga sudah berencana untuk mengelola lahan itu. Saya tidak menghalangi membangun monumen, kami serahkan lahan nya untuk dikelola, tapi kami ingin lihat dulu master plan nya," ujarnya.

Apabila sudah melihat master plan, kata Sanem, maka akan terlihat berapa luas kebutuhan lahan untuk membangun monumen tersebut.

Sisa lahan dari pembangunan monumen itu, rencana tetap akan dikelola oleh pemerintah daerah (Pemda) Belitung untuk mendukung keberadaan monumen tersebut.

Diseputaran area monumen itu, sudah terpikirkan olehnya akan dibangun jalan, taman, gedung rapat, dan area publik, serta berbagai tempat usaha yang akan disewakan kepada masyarakat.

Konsepnya tidak berbeda jauh dengan kawasan pantai wisata Tanjung Pendam, Tanjungpandan.

"Kami masih mampu mengelola itu, dan itu tentu jadi PAD daerah nanti. Inilah kemarin yang disebut pak Gubernur belum ada kesepakatan itu.

Itu memang tidak akan mungkin kami serahkan semua, karena untuk membangun itu kami masih mampu," bebernya.

Untuk proses penyerahan hibah terhadap lahan itu, kata Sanem, memerlukan proses yang sangat panjang. Salah satu birokrasinya, harus mendapat persetujuan dari lembaga legislatif serta pengalihan aset.

"Jangan sampai, semua hak kita di ambil provinsi, ujung - ujungnya Belitung ini dipindahkan ke Provinsi nanti. Saya kemarin memang memperkirakan setengah hektar untuk bangun monumen itu, sisanya tidak akan kami serahkan," bebernya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved