Sabtu, 18 April 2026

Didit: Tanggungjawab Maskapai Lion Air Belum Selesai

Puluhan aanggota keluarga korban musibah jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP mendatangi DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Editor: fitriadi
Bangka Pos / Hendra
Keluarga korban musibah pesawat Lion Air melakukan pertemuan dengan DPRD Babel, Selasa (4/12/2018). Mereka menuntut kejelasan pencarian korban dan dimudahkan dalam pengurusan santunan untuk ahli waris. 

BANGKAPOS.COM - Puluhan aanggota keluarga korban musibah jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP mendatangi DPRD Provinsi Bangka Belitung, Selasa (4/12) guna minta kejelasan pertanggungjawaban pihak maskapai dan instansi terkait.

Hingga saat ini masih banyak korban yang belum berhasil diidentifikasi. Tetapi proses pencarian korban sudah dihentikan.

Sementara pihak terkait terkesan menutupi. Pihak keluarga juga kesulitan mendapatkan informasi kepastian pencarian korban serta santunan yang dijanjikan sebagaimana aturannya.

Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya mengatakan DPRD Babel memang tidak memiliki kewenangan secara langsung, akan tetapi DPRD Babel tidak akan tinggal diam dan menerima begitu saja.

"Keluarga kita, DPRD Babel juga menjadi korban. Ada 8 keluarga kita yang turut menjadi korban dalam musibah ini. Tanggungjawab Lion itu belum selesai sampai disini," kata Didit Srigusjaya.

DPRD Babel lanjut Didit akan menemui langsung pimpinan Lion Air dan pihak terkait untuk meminta kejelasan. Sebagaimana diinginkan keluarga korban agar dilakukan pencarian sampai tuntas, meminta rekaman CCTV dan dipermudah dalam mengurus santunan kepada keluarga korban dan ahli waris.

"Satu bulan ini kita pantau tidak ada juga kemajuannya. Kalau pihak Lion tidak ada komitmennya akan kita laporkan ke Komisi V DPR RI. Kita akan gunakan hak politik kita, bila perlu kita sampaikan langsung ke Presiden," tegas Didit Srigusjaya.

Jadi tambah Didit, pihak Lion harus mempermudah akses para keluarga korban. Baik dalam hal informasi, tuntutan keluarga korban dan juga terkait kemudahan dalam pengurusan santunan.

"Kalau terkait lawyer, itu kita serahkan kepada keluarga korban masing-masing maunya seperti apa," ujar Didit.

Wakil Ketua DPRD Babel, Tony Purnama juga menegaskan agar pihak Lion Air juga proaktif terhadap keluarga korban.

"Kita juga menuntut agar Lion ini proaktif. Cobalah jemput bola, datangi keluarga korban itu kebutuhannya apa. Jangan juga mempersulit keluarga korban, mereka ini sudah kena musibah jangan dipersulit urusannya," ujar Tony Purnama.

Irfan, perwakilan keluarga korban meminta agar proses pencarian korban terus dilakukan. Saat ini terkesan, pihak KNKT ataupun pihak terkait hanya fokus mencari black box saja, sedangkan pencarian korban dikesampingkan.

"Kami yakin korban masih ada. Kami minta agar pencarian tetap dilakukan sampai semuanya ditemukan," kata Irfan.

Beberapa waktu lalu lanjut Irfan, pihak Lion Air berjanji mendatangkan kapal canggih dari luar negeri untuk mencari korban. Tapi janji tersebut hingga saat ini belum ditepati. Bahkan, kapal canggih yang dijanjikan belum datang ke Indonesia.

"Kabarnya kapal canggih itu tertahan di Singapura. Kami sendiri tidak tahu seperti apa. Apa ini hanya sekedar untuk menghibur kami saja. Karena itu kami minta agar pencarian terus dilakukan," kata Irfran.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved