Senin, 8 Juni 2026

Kenali Lebih Dekat dengan Penyakit Gagal Ginjal 'The Silent Killer'

Sering sekali penderita tidak merasakan gejala tertentu hingga penyakit sudah memasuki stadium lebih lanjut dan fungsi ginjal menurun.

Tayang:
Editor: fitriadi
Istimewa
Ilustrasi gagal ginjal 

BANGKAPOS.COM - Penyakit gagal ginjal kerap sekali disebut dengan silent killer. Sering sekali penderita tidak merasakan gejala tertentu hingga penyakit sudah memasuki stadium lebih lanjut dan fungsi ginjal menurun.

Keterlambatan deteksi dan penanganan penyakit gagal ginjal menyebabkan angka kematiaan akibat gagal ginjal kronis di beberapa Negara masih tinggi.

Di Indonesia jumlah penderita penyakit gagal ginjal kronis juga cukup banyak, menurut data World Health Organization (WHO) pada 2014 menyebutkan kematian akibat penyakit ginjal kronis mencapai 2,93 % populasi atau sekitar 41.000 orang.

APA ITU GAGAL GINJAL?

Ginjal terletak di kedua sisi tulang belakang , tepatnya di atas pinggang yang bentuknya seperti kacang.

Ginjal merupakan organ penting yang berfungsi untuk menyaring darah dengan mencegah menumpuknya limbah dan mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh tetap stabil, serta memproduksi hormone dan enzim yang membantu dalam mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah, dan menjaga tulang tetap kuat.

Jadi, gagal ginjal itu adalah kondisi dimana ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring cairan dan sisa makanan, tidak mampu mengontrol jumlah air dalam tubuh, dan tidak bisa mengendalikan tekanan darah.

Saat kondisi seperti ini terjadi, kadar racun dan cairan berbahaya menumpuk di dalam tubuh sehingga dapat mengakibatkan fatal jika tidak diobati. Hal ini yang nantinya akan membuat masalah bagi kesehatan anda.

Menurut kamus kesehatan gagal ginjal itu dibagi 2 macam, yaitu :

- Penyakit gagal ginjal akut (GGA), dimana kondisi ini terjadi saat ginjal anda secara tiba-tiba mengalami kerusakan mendadak sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Berkembang dalam beberapa hari atau beberapa minggu.

- Penyakit gagal ginjal kronis (GGK), dimana kondisi ini terjadi saat fungsi ginjal menurun secara progresif dalam beberapa bulan atau beberapa tahun. Umumnya gagal ginjal kronis timbul akibat ddari kerusakan ginjal yang sudah parah dan bersifat permanen (irreversible)

Apa saja yang penyebab gagal ginjal akut maupun kronis?

Penyebab gagal ginjal akut yang utama yaitu : kurangnya aliran darah ke ginjal, kerusakan langsung pada ginjal itu sendiri, penyumbatan urin dari ginjal.

Penyebab lainnya dari Penyakit ginjal akut termasuk :

- Trauma cedera dengan kehilangan banyak darah

- Dehidrasi

- Infeksi berat yang disebut sepsis

- Pembesaran prostat

- Kerusakan dari obat-obatan tertentu.

Penyebab yang paling umum terjadi pada penyakit gagal ginjal kronis yaitu diabetes (baik tipe 1 dan 2) dan tekanan darah tinggi. Penyebab lainnya, yaitu :

- Kondisi sistem kekebalan tubuh seperti lupus dan penyakit virus kronis seperti HIV/AIDS, hepatitis B, dan hepatitis C

- Infeksi saluran kemih

- Penyakit ginjal polikistik

- Cacat bawaan, ada pada saat lahir

- Obat-obatan tertentu seperti obat golonga NSAID (ibuprophen, aspirin), antibiotik seperti golongan aminoglikosida, antivirus (asiklovir), dan obat kanker (cisplatin).

- Umur lebih dari 50 tahun

- Perokok

- Obesitas

Gejala-gejala apa saja yang ditemukan pada penyakit ginjal akut dan kronis?

Ada istilah pepatah lebih mencegah daripada mengobati, tapi sering kali gejala awal penyakit gagal ginjal tidak disadari.

Nah, sebelum terlambat ada baiknya anda mengenali gejala yang paling umum ini :

- Berkurangnya produksi air kemih

- Sesak nafas

- Pembengkakan tungkai kaki atau pergelangan kaki

- Warna urine berubah

- Sakit pinggang

- Tremor tangan dan kejang

- Selalu mual dan ingin muntah

- Gampang lelah

- Bermasalah dalam tidur

- Penurunan berat badan

- Kurang konsentrasi

- Sering gatal-gatal

Pemeriksaan apa saja untuk mengetahui fungsi ginjal?

Untuk memastikan fungsi ginjal, perlu dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menilai fungsi ginjal dan mendeteksi kerusakan ginjal. Pemeriksaan tersebut meliputi:

- Pemeriksaan tekanan darah. Untuk mengetahui apakah anda memiliki tekanan darah tinggi, Karena tekanan darah tinggi bisa menyebabkan kerja ginjal menjadi berat, jadi bisa menyebabkan gagal ginjal

- Pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kerja ginjal dengan melihat kadar limbah dalam darah, seperti kreatinin dan ureum.

- Pemeriksaan urine. Pemeriksaan inidilakukan untuk mengetahui kondisi tidak normal yang mengindikasikan kerusakan ginjal. Dalam pemeriksaan ini, kadar albumin dan kreatinin dalam urin diperiksa, begitu juga keberadaab protein atau darah dalam urine

- Pemindaian. Pemindaian ini bertujuan melihat struktur dan ukuran ginjal dapat dilakukan dengan USG, MRI, CT Scan.

- Biopsi Ginjal. Dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari jaringan ginjal, yang selanjutnya dianalisis di laboratorium untuk menentukan kerusakan ginjal.

Bagaimana cara pencegahan penyakit gagal ginjal akut maupun kronis?

Penyakit gagal ginjal akut maupun kronik dapat terjadi pada siapa saja. Anak-anak pun juga dapat terkena penyakit ginjal.

Meski pada anak-anak, penyakit ginjal lebih disebabkan oleh kelainan ginjal bawaan atau kerusakan saluran kemih saat lahir.

Ada beberapa tips yang dapat membantu anda dan sekeluarga untuk mencegah penyakti gagal ginjal ini.

- Hindari faktor faktor yang dapat mencetuskan munculnya penyakit yang dapat membuat Anda terkena penyakit gagal ginjal, seperti diabetes

- Cukupi kebutuhan cairan tubuh Anda dengan mengkonsumsi cairan yang cukup. Konsumsilah setidaknya 2 liter air per hari. Ingat !!! cairan tidak hanya bisa Anda dapatkan dari air minum saja, namun juga bisa dari makanan seperti sup dan sayuran serta buah-buahan segar yang mengandungn banyak air.

- Lakukan oalhraga secara teratur. Olahraga dapat menjaga berat badan Anda stabil dan menurunkan tekanan darah Anda.

- Jika Anda termasuk aktif berolahraga, cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh yang lebih banyak

- Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan dan suplemen. Seperti obat-obatan yang berbahaya bagi ginjal seperti obat pereda nyeri golongan NSAID (ibuprophen), antibiotik tertentu seperti aminoglikosida. Konsumsilah sesuai aturan yang tertera di etiket dan konsutasikan dahulu kepada Apoteker.

- Hindari rokok karena dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah anda. Tekanan darah yang meningkat dapt menyebabkan terganggunya fungsi ginjal.

Komplikasi-komplikasi gagal ginjal yang wajib anda ketahui!!

Penderita yang sudah memasuki gagal ginjal kronis wajib berhati-hati terhadap komplikasi yang dapat memperparah kesehatan, lho. Ini dia komplikasi-komplikasi pada penderita gagal ginjal!

- Kelebihan kalium (hyperkalemia)

Komplikasi pertama yang mungkin terjadi ketika Anda terdiagnosa gagal ginjal adalah kelebihan kadar kalium dalam darah atau dalam istilah medisnya disebut hyperkalemia. Hyperkalemia bisa menyebabkan otot melemah, kelumpuhan dan aritmia.

- Pembengkan paru-paru (Edema paru)

Kerusakan ginjal dapat memicu penurunan kadar albumin dalam tubuh dan akan menyebabkan meningkatnya permeabilitas kapiler. Hal ini dapat menyebabkan penempukan cairan secara cepat, sehingga terjadi pembengkakn pada paru-paru.

- Tingginya kadar asam dalam tubuh (Asidosis metabolic)

Asidosis metabolic ini bisa menyebabkan gangguan pada tubuh seperti kelemahan pada otot, mual dan muntah, pusing serta bisa menyebabkan kelumpuhan

- Gangguan pada otak (ensefalopati)

Pada pasien gagal ginjal kronis akan mengalami gangguan pada proses pengeluaran senyawa yang tidak digunakan lagi oleh tubuh (eksresi) sehingga menyebabkan ammonia tidak dapat dikeluarkan dan akhirnya menumpuk di dalam tubuh. Hai ini dapat menyebabkan amonia masuk ke dalam aliran darah siskemik dan terbawa sampai ke otak. Amonia dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan mengganggu kinerja otak jadi tubuh akan mengalami kehilangan kesadaran dan yang paling parah dapat menyebabkan kejang-kejang.

- Anemia

Anemia terjadi pada pasien gagal ginjal kronis yang dipicu oleh kerusakan ginjal. Ginjal organ yang memproduksi eritropoitin yang berfungsi untuk pembentukan sel darah merah. Terganggunya proses pembentukan sel darah merah akan menyebabkan terjadinya anemia.

Anemia merupakan komplikasi yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal ini disebabkan sebagian besar penderita gagal ginjal kronis tidak menyadrai jika terkena komplikasi anemia. Penderita harus waspada jika mengalami tanda atau gejala anemia seperti pusing, pucat, bdan lemas. Jantung merasa berdebar, dan sakit kepala.

Penulis :

Viki Saputra, S. Farm., Daniel Mahardika, S. Farm., Evi Nursanti S. Si., Hotlan Efendi Siregar, S. Farm., Afri Maldani, S. Farm.

Mahasiswa program studi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

(ADVERTORIAL)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved