Kampung Radio Bukitlayang Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Keberadaan kampung radio ini terobosan luar biasa dari RRI. Kami pemerintah provinsi, sangat mendukung
Penulis: nurhayati | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Gubernur Babel, H Erzaldi Rosman Djohan menilai keberadaan kampung radio di Desa Bukit Layang Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka yang diprakarsai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai terobosan yang luar biasa.
"Keberadaan kampung radio ini terobosan luar biasa dari RRI. Kami pemerintah provinsi, sangat mendukung karena RRI tidak saja, sebagai garis depan menyampaikan berita tentang kegiatan-kegiatan yang ada di tengah masyarakat tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di desa, kampung-kampung,"ungkap Erzaldi saat meresmikan kampung radio, Selasa (18/12/2018) di Desa Bukit Layang Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka.
Diakui Wakil Bupati Bangka Syahbudin melalui kampung radio ini bisa menyebarkan informasi pembangunan hingga ke pelosok desa.
Hal ini menurutnya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, yakni kelancaran arus informasi dua arah, yang efektif dan berkonten positif di masyarakat.
"Konten informasi yang diterima masyarakat, harus informasi-informasi yang dapat merubah sikap ataupun pemikiran masyarakat arah yang lebih baik," jelas Syahbudin.
Ia menilai, dengan kelancaran arus informasi masyarakat, menjadi sangat strategis dalam pencapaian tujuan pemerintah.
Dengan demikian informasi yang disampaikan ke masyarakat akan mendukung program kerja, kebijakan pemerintah daerah, melalui penyebar luasan informasi mengenai penyelenggaraan pemerintah, maupun hasil pembangunan ke seluruh masyarakat.
Menurut Syahbudin, untuk kelancaran arus informasi di masyarakat dan berbagai program upaya dilaksanakan pemerintah daerah dengan membuka akses informasi, melalui program kampung radio yang dikombinasikan dengan pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).
"Kami berharap dengan adanya kampung radio ini, pemerintah daerah dapat membawa dampak bagi masyarakat pedesaan, yakni secara mandiri, mampu memberdayakan masyarakat menjadi komunitas informasi sehingga dapat berkreasi dalam membangun desanya secara profesional," harap Syahbudin.
Dia mengatakan, melalui kampung radio ini, masyarakat didorong untuk kreatif untuk mengembangkan potensi yang ada di desa dengan mengunakan jalur informasi ke luar daerah sehingga potensi yang ada di desa akan semakin maju.
Kepala LPP RRI Sungailiat, Harianto Adi mengatakan, ide untuk menjadikan Desa Bukit Layang menjadi kampung radio mengingat di daerah tersebut karena keberagaman masyarakatnya yang masih tetap mempertahankan kebiasaan berupa budaya gotong-royong dalam kebersamaan.
"Kebhinekaan itu masih ada di sini, dan budaya gotong-royong yang tetap dijaga masyarakat di desa Bukit Layang.
Ini, akan kami sebar luaskan melalui RRI, bahwa di Babel budaya gotong royong itu masih ada dan akan terus ada," ungkap Harianto.
Dia menilai potensi yang dimiliki Desa Bukti Layang yang dipimpin Andry sebagai kades, bisa dikembangkan dengan semangat gotong-royong.
Untuk itu pihaknya berkoordinasi dengan Diskominfo Babel, terkait pengembangan potensi yang ada di setiap desa-desa di Babel, bisa dikemas dalam program desa percontohan, melalui menyampaian informasi dengan adanya kampung radio di desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kampung-radio.jpg)