Breaking News
Minggu, 19 April 2026

Tsunami Banten dan Lampung

Video-video Viral Saat Kejadian dan Pasca Tsunami di Banten

Nampak dari video tersebut grup band Seventeen yang tengah manggung juga menjadi korban ganasnya ombak tsunami Banten.

Editor: fitriadi
Dok. Penerangan Kopassus
Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) membantu evakuasi korban bencana tsunami di Banten, Minggu (23/12/2018). 

BANGKAPOS.COM - Video pada saat terjadinya tsunami di Banten banyak beredar di media sosial.

Nampak dari video tersebut grup band Seventeen yang tengah manggung juga menjadi korban ganasnya ombak tsunami Banten.

Selain itu juga begini simulasi terjadinya Tsunami di Banten.

Sebelumnya gelombang tinggi menerjang pesisir Serang dan menyebabkan sejumlah kerusakan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang itu merupakan tsunami.

Baca: Kisah Ade Jigo Temukan Istrinya Meninggal Dunia Akibat Tsunami Banten, Dua Anaknya Selamat

BMKG menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mendapatkan data dari 4 stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda pada waktu kejadian tsunami, yaitu pukul 21.27 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Sementara berikut ini kumpulan video sesaat hingga pasca terjadinya Tsunami di Banten:

1.Sesaat Menjelang Tsunami

Mengutip dari akun instagram @cctv_Indonesia menjelaskan bahwa, gelombang tinggi di wilayah Anyer dan Carita, #Banten sempat membuat kepanikan warga hingga mengungsi ke bukit. Sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Nur Wahdini mengatakan, warga di desanya ikut mengungsi ke daerah tinggi di Kecamatan Mancak.

Baca: Unggahan Terakhir Aa Jimmy Sebelum Meninggal Tersapu Gelombang Tsunami Banten

Warga sempat panik mendengar informasi adanya tsunami yang ternyata gelombang tinggi. "Kalau di desa saya aman, ada beberapa warga yang ngungsi ke Mancak, cuma di desa aman," kata Wahdini saat dimintai konfirmasi, Sabtu (22/12/2018).

Wilayah terdampak berada di Karang Bolong, Kecematan Cinangka. Namun, secara keseluruhan Kecamatan Anyer dikatakan aman.

Meski demikian, warga hingga saat ini masih mengungsi untuk mengamankan diri.

"Kalau di Anyer aman, saya dapat info justru di Karang Bolong, Cinangka, itu ada gelombang tinggi," kata dia.

Meski demikian, beberapa warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka yang mengungsi rata-rata menggunakan sepeda motor.

"Jalanan tadi saya lihat lengang artinya masih ada warga yang mengungsi. Tapi sebagian sudah balik ke rumah," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved