Rabu, 6 Mei 2026

Tsunami Banten dan Lampung

Kisah Warga Melihat Buaya Berdiri Pandangi Laut Sebelum Tsunami Menerjang

Warga menaruh curiga, karena tidak biasanya buaya yang muncul satu bulan dua kali di pantai itu berdiri tegak memandang laut.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Ist/
Buaya 

Kisah Seekor Buaya Berdiri Pandangi Laut Sebelum Tsunami Datang

BANGKAPOS.COM, BANTEN -- Kampung Wisata Paniis Taman Jaya Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, menjadi satu lokasi terparah yang terdampak tsunami Selat Sunda.

Saat tim Tribun menyambangi lokasi tersebut, Selasa (24/12/2018) siang terpantau rumah-rumah sudah porak poranda.

Tumpukan meterial rumah seperti balok kayu, genting dan batu bata menggunung di dekat pintu masuk kampung. Aliran listrik di wilayah tersebut pun belum menyala.

Terisolir selama dua hari, warga hingga kini masih mengandalkan alat penerangan seadanya.

"Kami selama mengungsi hanya ngandelin lampu petromak aja," ucap Aam salah seorang warga. Untuk jaringan telekomunikasi di sekitar lokasi pun masih sulit.

Beberapa kali tim Tribun mencoba mengirimkan pesan melalui jejaring sosial whatsapp atau panggilan sulit tersambung.

Menurut Aam, sejak tsunami meluluhlantakan desa mereka, jaringan komunikasi hingga saat ini belum kembali normal.

"Belum normal, sepertinya gardunya rusak, mau ngabarin keluarga aja susah ini," kata Aam.

Selain mengeluhkan soal komunikasi yang sulit warga di Kampung Paniis juga sempat bercerita tentang seekor buaya yang jarang ditemui oleh warga seketika terlihat di darat satu setengah jam sebelum tsunami meratakan bangunan rumah di Desa Paniis, Sumur, Banten, Sabtu (23/12/2018) malam lalu.

Buaya dengan besar tiga meter itu mendadak berada di pantai dan berperilaku aneh.

Beberapa kali buaya tersebut berdiri dengan kaki belakangnya dan memandang ke lautan seolah menunjuk ke arah lautan luas di Selat Sunda sebagai pertanda.

Menyisakan ekor yang masih menempel di pasir pantai, warga mulai curiga.

Seorang yang melihat kejadian itu, Sukarwani mengaku sempat menaruh curiga, karena tidak biasanya buaya yang muncul satu bulan dua kali di pantai itu berdiri tegak memandang laut.

Tidak sekali atau dua kali. Tetapi berkali-kali.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved