10 Fakta Nurhidayati Dibunuh Pria Bangladesh di Singapura, Tolak Jadi Simpanan
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat yang tewas dibunuh oleh pria warga Bangladesh bernama Ahmed Salim
Setelah melunasi utangnya, Nurhidayati Wartono Surata mau menegaskan berakhirnya hubungan mereka.
Ahmed Salim diminta tak lagi menemui Nurhidayati Wartono Surata.
"Rencananya memang tanggal 15 Januari ini Nurhidayati pulang karena kontrak kerjanya berakhir," ujar Warsem.
4. PRT di Singapura sejak 2012
Nurhidayati Wartono Surata bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Singapura sejak 2012.
Sudah tiga kali dia ganti majikan. Kata Warsem, semuanya baik-baik saja.
Korban adalah anak ketiga dari lima bersaudara.
"Nama Wartono Surata di belakang nama anak saya itu, nama bapak angkatnya. Bukan nama bapak kandung atau bapak sambung (tiri)."
"Dia anak yang periang, centil, dan cerewet. Menyenangkan. Kawan curhatnya ya cuma sama saya. Apalagi setelah dia bercerai. Dia sempat bilang enggak mau buru-buru nikah lagi. Mau membesarkan anak dulu sampai lulus kuliah."
"Minggu pagi saya masih telepon-teleponan sama anak saya. Tapi jam 19.00, saya telepon dia lagi, enggak diangkat. Saya telepon lagi, enggak diangkat," ujar Warsem.
Ia khawatir, terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada anaknya.
Golden Dragon Hotel di Geylang, Singapura. (Google Maps via Straits Times/Kompas.com)
5. Ditelepon KBRI Singapura
Apa yang Warsem khawatirkan pada putrinya benar terjadi.
Senin (31/1/2018) pukul 15.00, suaminya bernama Muradi (57), ayah tiri Nurhidayati, ditelepon KBRI di Singapura yang mengabarkan putrinya meninggal karena diduga dibunuh.
Jenazahnya sudah dibawa ke rumah sakit.