DLH Tetap Lakukan Pengawasan Terhadap Pabrik PT Foresta Lestari Dwikarya

Jadi yang menjadi komitmen kemarin itu yang akan kami lakukan pengawasan, disamping perihal

DLH Tetap Lakukan Pengawasan Terhadap Pabrik PT Foresta Lestari Dwikarya
Pos Belitung/Disa Aryandi
pabrik 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung Ubaidillah tetap akan melakukan pengawasan terhadap dugaan pencemaran limbah perkebunan sawit PT Foresta Lestari Dwikarya di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong.

Pengawasan ini, prioritas terhadap point - point yang sudah menjadi kesepakatan hasil inspeksi mendadak (sidak).

Sehingga petugas DLH, meminta agar perusahaan tetap menagih komitmen. Terutama untuk memperbaiki saluran limbah tersebut, dan proses pembuangan seperti apa.

"Jadi yang menjadi komitmen kemarin itu yang akan kami lakukan pengawasan, disamping perihal yang lain juga. Salah satu nya kemarin komitmen perusahaan untuk membuat watergate, yang sampai sekarang belum ada," kata Ubaidillah kepada Posbelitung.co, Senin (7/1/2019).

Selain itu, kata dia, pengawasan yang akan dilakukan oleh petugas DLH melalui laporan setiap bulan yang disampaikan oleh perusahaan tersebut.

Setelah laporan itu diterima, maka petugas DLH akan langsung terjun kelapangan untuk melakukan peninjauan.

"Kami akan tinjau benar atau tidak. Tiga bulan sekali pengawasan nya tetap kami lakukan secara rutin.

Namun titik nya nanti yang berbeda, dan kami tetap pengawasan di tempat - tempat yang mendekati sungai kembiri," ucapnya.

Sebab aliran menuju arah sungai kembiri ini, lanjut dia, perlu dilakukan pengawasan secara kontinyu, lantaran kondisi air sungai kembiri mayoritas masih bagus dan dibawah ambang batas.

"Yang kami jaga itu, yang betul - betul dimanfaatkan oleh masyarakat. Jadi sungai-sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat harus dijaga, jangan sampai menggangu kepentingan masyarakat," bebernya.

Sekarang ini juga, kata dia, mereka tetap menunggu hasil uji laboratorium dari tim Pemerintah Provinsi.

Tentunya hasil uji laboratorium itu sangat dibutuhkan, sebagai data pembanding.

"Provinsi juga menurunkan tim terkait permasalahn ini, nanti dilihat dan itu menjadi pembanding dengan cara pengambilan sampel melalui prosedur yang sama.

Kalau penilaian untuk perusahaan itu masih bagus dari penilaian Kementerian," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved