Bupati Belitung : Daba dan DAK Dinilai 'Akal-Akalan' Pemprov, Ini yang Tidak Pernah Ada

Hanya kecamatan Selat Nasik saja yang memberanikan diri untuk menyerap anggaran itu. Kalau kecamatan

Bupati Belitung : Daba dan DAK Dinilai 'Akal-Akalan' Pemprov, Ini yang Tidak Pernah Ada
Pos Belitung/Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem). 

BANGKAPOS.COM,  BELITUNG - Dana Bantuan (Daba) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Bangka Belitung, Kamis (10/1/2019) mendapat evaluasi dari Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem).

Ada sekitar ratusan juta rupiah, Daba dan DAK tahun 2018, yang dikucurkan ke Kabupaten Belitung tidak bisa digunakan.

Lantaran petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksana (juklak) terhadap penggunaan Daba dan DAK tersebut, hingga kini belum kunjung diserahkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung. Terutama terkait Daba di setiap Kecamatan di Kabupaten Belitung.

Besaran Daba yang diterima Kecamatan di Kabupaten Belitung, sebesar Rp 50 juta pada tahun 2018 kemarin.

Sehingga ini menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung untuk penggunaan anggaran Daba dan DAK tahun 2019 ini.

"Sampai sekarang tidak bisa digunakan, karena Juklak dan Juknis tidak ada sampai sekarang. Itu setiap Kecamatan dapat Rp 50 juta, jadi dana Daba itu akal-akalan saja, termasuk Daba untuk foodcourt Rp 4 miliar tidak terlaksana," ungkap Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) kepada Posbelitung.co, Kamis (10/1/2019) setelah rapat evaluasi Daba dan DAK 2018.

Evaluasi terhadap penggunaan Daba dan DAK itu, tentunya sebagai acuan untuk penggunaan anggaran pada tahun 2019 ini.

Dari Kecamatan Tanjungpandan, Selat Nasik, Membalong, Sijuk dan Badau hanya satu Kecamatan yang terpaksa menggunakan anggaran Daba, tanpa ada Juknis dan Juklak.

"Hanya kecamatan Selat Nasik saja yang memberanikan diri untuk menyerap anggaran itu. Kalau kecamatan lain tidak berani, karena tidak ada juklak dan juknis nya.

Tentu nya ini sangat merugikan kami dalam pengembangan daerah. Tapi kalau yang lain, Alhamdulillah berjalan semua dan selama ini problem nya hanya itu saja," kata Sanem.

Kedepan, kata Sanem, pemerintah sudah menyusun evaluasi tersebut, sehingga penggunaan Daba dan DAK tidak ada permasalahan kembali dan bisa berjalan dengan lancar.

"Itulah kenapa kami rapat terkait evaluasi Daba dan DAK ini, jangan sampai di 2019 ini perihal semacam ini akan terulang lagi. Ini juga nanti akan kami sampaikan ke Provinsi, jangan sampai terulang lagi," ujarnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved