Selasa, 2 Juni 2026

Ini Kabar Terkini Ustadz Arifin Ilham, Ayah Alvin Faiz Posting Pesan Kematian, Banjir Tangisan

Pesan kematian diposting Ustadz Arifin Ilham, akun facebook ayah Alvin Faiz langsung banjir tangisan. Ustadz Arifin Ilham menulis pesan kematian

Tayang:
Editor: Evan Saputra
instagram.com/alvin_411
Ustaz Arifin Ilham dikabarkan sakit. Ini Kabar Terkini Ustadz Arifin Ilham, Ayah Alvin Faiz Posting Pesan Kematian, Banjir Tangisan 

Ini Kabar Terkini Ustadz Arifin Ilham, Ayah Alvin Faiz Posting Pesan Kematian, Banjir Tangisan

BANGKAPOS.COM - Pesan kematian diposting Ustadz Arifin Ilham, akun facebook ayah Alvin Faiz langsung banjir emocion tangisan.

Ustadz Arifin Ilham menulis pesan kematian lewat akun Facebook pribadinya ketika sedang berjuang keras melawan penyakit kanker kelenjar getah bening di Malaysia pada Sabtu malam 12 Januari 2019.

Pesan-pesan yang ditulis Ustadz Arifin Ilham di Facebook membuat akun ayah Alvin Faiz itu banjir tangis dan doa dari para jamaah yang selama ini mencintai sepenuh hati ceramah-ceramah sejuk Ustaz Arifin Ilham.

Pantauan TribunStyle.com, pesan religius Ustaz Arifin Ilham hingga Minggu pagi 13 Januari 2019 pukul 05.30 WIB sudah di-share 651 kali, dibanjiri komentar doa dan tangis haru sebanyak 361 komentar.

Jumlah yang me-like atau bersimpati dengan pesan-pesan religiusnya mencapai 2.900.

Berikut ini TribunStyle.com kutip pesan kematian yang ditulis Arifin Ilham ..

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Siapa aku? Ya, aku dari tiada, sekarang ada, itu juga hanya sebentar, kembali lagi tiada.

Aku berasal dari ayah ibu, kakek nenek, terus ke atas hingga mendarat di Datuk manusia, Nabi Adam dan Bunda Hawa.

Ujung-ujungnya kita harus menyebut kita adalah bani Adam, keturunan Adam ‘alaihis salam

Sementara bahan dasar moyang kita itu dari tanah, sekarang di atas tanah, semua yang kulihat dari tanah, tidak lama lagi aku pun masuk ke dalam tanah.

Ya, aku yang selalu apik merawat tubuh ini, ternyata calon bangkai yang berkalang tanah.

Aku akan masuk ruang sunyi senyap berbantal tanah, kepala utara, kaki selatan miring ke kiblat.

Belatung, cacing, bau busuk menyerengai dalam daging tulang yang selalu kurawat saat hidup.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved