2 Fenomena Aneh Gunung Anak Krakatau Setelah Erupsi Timbulkan Tsunami Selat Sunda

Saat ini Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami fenomena aneh pasca tsunami Selat Sunda.

2 Fenomena Aneh Gunung Anak Krakatau Setelah Erupsi Timbulkan Tsunami Selat Sunda
Instagram @EarthUncutTV / James Reynolds
Kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) saat ini, warna air laut di sekitar GAK berubah menjadi oranye. 

BANGKAPOS.COM, KALIANDA - Saat ini Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami fenomena aneh pasca tsunami Selat Sunda. 

Bahkan GAK kini tingginya hanya 110 meter dan tak hanya itu, air laut di sekitarnya berwarna orange kecokrlatan. 

Pasca terjadi tsunami Selat Sunda pada 22 Desember lalu, aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga kini masih menjadi sorotan.

Baca: Gunung Anak Krakatau Tumbuh Cepat, 4 Meter Per Tahun, Para Ahli Khawatir Letusannya Lebih Dahsyat

Meski jumlah letusan sudah menurun, Gunung Anak Krakatau masih dalam status siaga.
Bagaimana tidak, air laut di sekitar GAK berubah warna menjadi orange kecoklatan.

Tinggi gunung pun semakin menurun dari 338 meter menjadi 110 meter.

Hal tersebut dilansir TribunStyle melalui akun Instagram Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di BNPB.

Sutopo mengunggah kondisi terkini GAK yang diambil dari helicopter BNPB pada 13/1/2019, 12.31 WIB.

Pada caption yang dituliskan Sutopo menuliskan gambaran kondisi GAK.

"Inilah Gunung Anak Krakatau (GAK) dari helicopter BNPB pada 13/1/2019, 12.31 WIB. Tubuh GAK telah banyak berubah. Saat ini tinggi GAK hanya 110 meter dari sebelumnya 338 meter. Jumlah letusan cenderung menurun.
.
Warna air laut yang orange kecoklatan adalah hidrosida besi (FeOH3) yang mengandung zat besi tinggi yang keluar dari kawah dan larut ke dalam air laut."

Baca: Fakta-fakta Kopaska Pasukan Penemu CVR Lion Air JT 610 hingga Kecanggihan KRI Spica

Ia menjelaskan jika fenomena yang terjadi itu hanya sementara dan air laut bisa kembali jernih.

"Fenomena ini hanya sementara. Lama-lama zat besi akan larut dan air laut kembali jernih. Jika ada letusan dan mengeluarkan lava maka akan langsung masuk ke dalam air laut."

Meski menunjukkan penurunan, status GAK hingga kini masih berstatus siaga atau level 3.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved