Breaking News:

Molen akan Berembuk dengan Pengurus Masjid Bahas Prioritas Pembangunan Tempat Ibadah

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) sempat bercerita soal banyaknya proposal pembangunan dan renovasi masjid yang masuk ke dirinya

Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: khamelia
(BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN)
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) saat menerima warga pada program Jumat Bahagia di rumah dinas wali kota, Jumat (4/1/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) sempat bercerita soal banyaknya proposal pembangunan dan renovasi masjid yang masuk ke dirinya.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dihadapan para tokoh agama dan pengurus masjid yang hadir pada acara Deklarasi Anti Politisasi Tempat Ibadah dan Anti Berita Hoax Demi Terciptanya Kerukunan Umat Beragama Dalam Rangka Pemilu 2018 yang Sejuk dan Damai di Pangkalpinang, di ruang OR, Kantor Wali Kota, Kamis (24/1/2019).

"Pangkalpinang ini masjidnya bagus-bagus. Tetapi coba lihat di pasar, di rumah sakit, mau sholat pun susah," kata dia.

Menurut dia, kondisi itu mencerminkan bahwa pembangunan Pangkalpinang belum sesuai kebutuhan dan skala prioritas. Karena itu, Molen berencana mengumpulkan para pengurus masjid untuk berembuk guna menentukan apa yang menjadi prioritas untuk dilakukan terkait pembangunan tempat ibadah ini ke depan.

"Ke depan akan kami kumpulkan semuanya. Kita diskusikan. Mana yang perlu. Mana yang benar-benar kebutuhan," katanya.

Soal kebutuhan masjid atau tempat ibadah di pasar Pangkalpinang ini misalnya memang pernah disampaikan oleh para pedagang basement Ramayana beberapa waktu lalu. Ditemui seusai acara tersebut, Molen kembali menyatakan, pihaknya akan membangun Pangkalpinang sesuai kebutuhan.

Tak hanya masjid, skala prioritas juga perlu dibuat untuk pembangunan lainnya seperti gorong-gorong hingga lampu jalan.

"Ini semua ke depan akan pakai skala prioritas dan sesuai kebutuhan. Mereka sendiri yang akan memaparkannya, akan kami undang. Jadi kebutuhan itu memang benar-benar kebutuhan di masyarakat itu," katanya.

Dia membenarkan, proposal pembangunan atau renovasi masjid lumayan banyak masuk ke dirinya. Tetapi, yang jadi persoalan, dana hibah dari Pemkot Pangkalpinang untuk ini terbatas.

"Proposal itu lumayan banyak. Lupa saya berapa jumlahnya. Ya ada minta renovasi, ada yang kurang segala macam. Tetapi dana kami kan terbatas. Kami akan terbuka, ini loh uang yang kita punya, bagaimana pembagiannya, ini yang akan didiskusikan, karena sesuai kebutuhan. Ini untuk kegiatan 2020, lewat dana bansos, hibah," tutur Molen.

(BANGKAPOS.COM / dedyqurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved