Tingkat Kerawanan Media Sosial di Babel Nomor Lima se-Indonesia
Bapak-ibu, kami mohon jaga Kota Pangkalpinang ini. Pangkalpinang ini milik kita semua. Jangan mudah terprovikasi. Kenapa saya
Penulis: Dedy Qurniawan | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM, BANGKA- Tingkat kerawanan media sosial di Bangka Belitung berada di peringkat lima se-Indonesia.
Hal ini disampaikan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil saat memberikan sambutan pada acara Deklarasi Anti Politisasi Tempat Ibadah dan Anti Berita Hoax Demi Terciptanya Kerukunan Umat Beragama Dalam Rangka Pemilu 2018 yang Sejuk dan Damai di Pangkalpinang, di ruang OR, Kantor Wali Kota, Kamis (24/1/2019).
Molen mengatakan, ia diberi tahu Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana ihwal ini sesaat sebelum memberikan sambutan.
"Ini rawan pak. Jangan tepuk tangan. Dan ada indikasi di Pangkalpinang ada beberapa orang yang agak ekstrem. ini bahaya," kata Molen.
Dia mengajak semua pihak untuk bertanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan di Pangkalpinang.
Menurutnya, hal ini mengahruskan semua pihak mewaspadai potensi konflik di ibukota.
"Bapak-ibu, kami mohon jaga Kota Pangkalpinang ini. Pangkalpinang ini milik kita semua. Jangan mudah terprovikasi. Kenapa saya bikin jargon Pangkalpinang Kota Beribu Senyuman.
Karena sejak saya kecil dulu, Bak, Mak (ayah, ibu) saya dulu selalu mengedepankan keramah tamahan," tutur Molen.
Deklarasi anti-politisasi tempat ibadah dan anti-berita hoaks dipimpin oleh Molen. Deklarasi dihaadiri dan diikuti oleh Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana, Kajari Pangkalpinang RM Ario Prioagung, Dandim 0413 Bangka Letkol Arm Riski Budianto, Ketua KPU Pangkalpinang Penti, dan Ketua Bawaslu Pangkalpinang Ida Kumala oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan lainnya.
Ditemui seusai acara deklarasi, Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana membenarkan apa yang disampaikan Molen.
Tingkat kerawanan media sosial itu berasal dari data Mabes Polri. "Ini terkait masalah berita yang memprovokasi, berita hoaks, Babel ada di peringkat kelima. Makanya kenapa kami gelar acara ini," katanya.
Iman mengatakan, kepolisian memiliki unit cyber troops untuk mengawasi kerawanan medias sosial. Unit ini ada hingga di tingkatan kepolisian sektor.
Tugasnya adalah berpatroli di media sosial.
"Gunanya untuk mengantisipasi dan mengontrol kerawanan-kerawanan yang ada di media sosial. Jika terbukti ada pelanggaran, atau menjuruske kriminal, pasti kami tindaklanjuti, cuma saat ini hanya sekadar saling debat, saling mencari suara, belum sampai ke arah kriminal," beber Iman.
Dia membenarkan bahwa saat ini Polda Babel telah mengamankan dua tersangka pelaku terkait kasus berita hoaks di Bangka Belitung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/deklarasii.jpg)