Gadis 13 Tahun Dipaksa Berbaring di Bawah Tempat Tidur Selama 12 Jam Tanpa Makanan
Uang sebesar 25.000 dollar AS yang dijanjikan perusahaan diberikan kepada Jayme. Pelaku pembunuhan dan penculikan telah tertangkap
BANGKAPOS.COM - Sebuah perusahaan di Amerika Serikat akan memberikan 25.000 dollar AS atau sekitar Rp 354 juta bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan gadis usia 13 tahun yang menghilang.
Diwartakan CNN, Rabu (23/1/2019), gadis itu bernama Jayme Closs. Dia merupakan anak dari James dan Denis Closs yang bekerja di Jennie-O.
James dan Denis ditemukan tewas di rumahnya, sementara Jayme menghilang tanpa jejak.
Selama 88 hari sejak Oktober 2018, tidak ada seorang pun yang tahu di mana remaja itu berada.
Hingga akhirnya, dia ditemukan berjalan kaki di jalan dalam cuaca dingin tanpa mengenakan mantel dan sarung tangan, sekitar 112 km dari rumahnya di Barron.
"Kami sangat bahagia dengan kabar Jayme kembali dalam keadaan selamat," kata CEO Hormel Foods, induk perusahaan Jennie-O.
"Keberanian dan kekuatannya sungguh menginspirasi orang di seluruh dunia," imbuhnya.
Perusahaan itu juga berkontribusi pada upaya pencarian dan penyelamatan gadis remaja tersebut.
Kini, uang sebesar 25.000 dollar AS yang dijanjikan perusahaan diberikan kepada Jayme. Pelaku pembunuhan dan penculikan telah tertangkap.
Dia adalah seorang pria berusia 21 tahun bernama Jake Patterson.
"Meski kami masih berduka karena hilangnya anggota keluarga kami, Jim dan Denis, kami sangat bersyukur dengan keberanian Jayme," kata Steve Lykken, presiden Jennie-O.
"Harapan kami, uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan Jayme saat ini dan di masa depan," imbuhnya.
Dilansir dari AFP, Patterson menculik Jayme di rumahnya di area pinggiran.
Ketika pergi keluar atau ada tamu, dia meminta gadis itu bersembunyi di bawah tempat tempat tidurnya.
Jayme mengatakan kepada detektif, dia berada di bawah ancaman kekerasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/wanita-menculik.jpg)