Kisah Perjuangan Opu Daeng Risaju, Pahlawan Wanita Asal Kerajaan Luwu
TRIBUNWIKI: Hebatnya Perjuangan Opu Daeng Risaju, Pahlawan Wanita Asal Kerajaan Luwu
Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan
BANGKAPOS.COM, MAKASSAR -- Opu Daeng Risaju merupakan sosok pahlawan wanita dari kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan.
Keluarga Bangsawan
Terlahir dari keluarga bangsawan, sejak kecil dipanggil dengan nama Famajjah.
Nama Opu Daeng Risaju, diberi kepadanya sebagai gelar kebangsawanan Kerajaan Luwu.
Meski terlahir dari dari keluarga bangsawan, Fajjamah tidak pernah merasakan pendidikan seperti anak bangsawan lainnya.
Ia ditekankan untuk lebih memahami ajaran dan nilai-nilai moral leluhur yang berdasarkan pada budaya serta agama.
Terkait agama, ia biasa mempelajari ilmu fiqih melalui buku karangan Khatib Sulaweman Datuk Patimang.
• Berseteru, Jerinx SID Sebut Fans Ashanty & Anang Seperti ini Gara-gara Postingan IG Dihapus
Dalam mempelajari ilmu agama, ia ditemani oleh para ahli agama dan ulama.
Selain ajaran budaya, Fajjama juga mendapatkan edukasi tentang kebangsawanan di lingkungan kerajaan.
Dirikan PSII Palopo
Dilansir dari wikipedia, Opu Daeng Risaju kemudian mendirikan cabang PSII Palopo yang diresmikan pada 14 Januari 1930. Opu Daeng Risaju terpilih sebagai ketua PSII Palopo dalam rapat akbar yang dihadiri aparat pemerintah Kerajaan Luwu, pengurus PSII pusat, pemuka masyarakat, masyarakat umumnya, hingga pengurus PSII pusat yaitu Kartosuwiryo.
Akan tetapi, pada masa pendudukan Jepang, tidak banyak kegiatan yang Opu Daeng Risaju lakukan di PSII. Ini disebabkan karena pemerintahan Jepang melarang adanya kegiatan politik Organisasi Pergerakan Kebangsaan, termasuk PSII.
Opu Daeng Risaju mulai kembali aktif pada masa revolusi di Luwu. Revolusi ini diawali dengan kedatangan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di Sulawesi Selatan yang berkeinginan untuk menajajah kembali Indonesia.
• Pertanyaan Hasto Soal Tiga Keberhasilan Prabowo Akhirnya Dijawab Fahri Hamzah: Ambil 01 dari Solo
Pemberontakan terhadap NICA mulai terjadi pada saat tentara NICA menggeledah rumah Opu Gawe untuk mencari senjata, akan tetapi tidak menemukannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/opu-daeng-risaju.jpg)