Mengiurkan, Bisnis Pengisian Nitrogen, Pemilik Bisa Untung 3 Kali Lipat
Pengisian ban pakai nitrogen mulai banyak tersedia, terutama di SPBU. Biaya sekali isi pun cukup mahal. Jika isi angin biasa Rp 1.000 saja, pengisian
Proses penyuplaian tersebut memerlukan kompresor berkekua Pengisian ban pakai nitrogen
mulai banyak tersedia, terutama di SPBU. Biaya sekali isi pun cukup mahal.
Jika isi angin biasa Rp 1.000 saja, pengisian nitrogen bisa 3 kali lipatnya, Bisnis yang menggiurkan.
Ada pertanyaan dari sebagian bikers.
Apakah nitrogen yang diisi itu murni nitrogen atau hanya akal-akalan?
Sebab, banyak sekali yang mempertanyakan, dimana tabung nitrogen-nya? Karena yang terlihat justru ada kompresor di sana.
Model pengisian nitrogen ini banyak dicurigai menggunakan kompresor seperti tukang tambal
ban pinggir jalan.
Proses penyuplaian tersebut memerlukan kompresor berkekua-tan 3 PK.
Kompresor bertekanan tinggi akan mendorong udara.
Pada udara bebas ini sebagian besar mengandung nitrogen (79%), oksigen (20%) dan sisanya uap air.
Di dalam mesin, dengan sistem Pressure Swing Absorber (PSA) angin yang masuk akan disaring menggunakan Carbon Molecular Sieve (CMS).
Fungsi CMS memisahkan gas nitrogen dengan gas oksigen dan lainnya.
Nitrogen yang telah tersaring kemudian akan diteruskan masuk ke ban kendaraan.
Tabung sejenis Nitroman yang digunakan untuk menghasilkan nitrogen ini dijual dengan harga cukup mahal.Berkisar Rp 14-15 juta per unit.
Penasaran apakah ada pengisian nitrogen untuk ban pesan nitrogen melalui isi ulang (refill).
Galang, pedagang isi ulang gas nitrogen dari Cahaya Ridho Abadi mengungkapkan, selama ini pihaknya belum pernah menerima pembelian dari tukang tambal ban.
“Biasanya untuk industri lain yang membeli. Untuk harga refill tabung berisi 6 kubik, dipatok Rp 120 ribu,” kata Galang, yang kantornya ada di Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat.
Cukup mahal ya!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/isi-nitro.jpg)