Joko Widodo: Jangan Diem, Mari Kita Lawan
Lebih dari sembilan juta orang di Indonesia masih percaya berita atau informasi bohong (hoaks), termasuk hoaks tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BANGKAPOS.COM - Lebih dari sembilan juta orang di Indonesia masih percaya berita atau informasi bohong (hoaks), termasuk hoaks tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Mulai dari kabar Jokowi sebagai angggota Partai Komunis Indonesia (PKI), antek asing dan aseng, anti ulama hingga pro pernikahan sejenis.
Hal tersebut dikatakan Jokowi dihadapan para tokoh agama, masyarakat, dan kiai se-eks Karesidenan Kedu, di Gedung Tribakti, Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019) sore.
Pada kegiatan itu, Jokowi menyinggung hoaks yang bertubi-tubi menimpa dirinya sepanjang menjabat sebagai presiden selama 4,5 tahun terakhir.
"Selama 4,5 tahun saya jadi Presiden dihina-hina, saya diam, sabar ya Allah. Selama 4,5 tahun saya dijelek-jelekin, saya diam, saya enggak jawab. 4,5 tahun dituduh-tuduh, Presiden Jokowi PKI, saya juga diam, tapi sekarang saya mau jawab. Kenapa saya diam, dan sekarang mau jawab, karena dari survei yang kita lakukan sembilan juta orang percaya pada isu seperti ini," papar Jokowi.
Ia meminta masyarakat untuk meluruskan setiap menerima kabar-kabar yang belum tentu kebenarannya.
Jokowi mencontohkan sembari memperlihatkan foto hitam putih yang memperlihatkan seseorang sedang berpidato di hadapan massa.
Di depan seseorang itu ada pemuda yang dilingkari.
Menurutnya, foto tersebut telah beredar di media sosial, kemudian banyak yang percaya kalau pemuda yang dilingkari itu adalah Jokowi.
Sementara yang berpidato adalah tokoh PKI, DN Aidit, pada tahun 1955.
Jokowi menegaskan kalau gambar tersebut hoaks.
Pada tahun itu dirinya belum lahir karena ia lahir tahun 1961.
“Saya tahu gambar atau foto tersebut dari anak saya. Itu hoaks. Karena yang sedang berpidato di foto tersebut adalah DN Aidit dan itu terjadi tahun 1955. Saya belum lahir. Kok ya ada orang yang mirip saya dipasang di foto tersebut. Itu hoaks. Dan ada sembilan juta orang yang percaya. Itu perlu diluruskan,” tandasnya.
Angka sembilan juta kembali disebutkan Jokowi saat dia membantah tuduhan soal antek aseng dan asing.
Dia memaparkan data soal telah diambilalihnya Blok Minyak Mahakam Kaltim, Blok Minyak Rokan Riau hingga Freeport Papua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/presiden-jokowi-disambut-massa-yang-hadir-dalam-kegiatan-silaturahmi.jpg)