Breaking News:

BangkaPosiana

Air Terjun Niagara Ternyata Pernah Tiba-tiba Berhenti Mengalir

Aliran air terjun Niagara yang biasanya mengalir deras tiba-tiba berhenti. Masyarakat bertanya-tanya, mengapa air terjun itu berhenti mengalir

Editor: Herru Windharko
(Onthisday)
Air Terjun Niagara tak mengalir 

BANGKAPOS.COM — Suara gemuruh air dari ketinggian tiba-tiba tak terdengar lagi di perbatasan New York, Amerika Serikat, dengan Ontaria, Kanada, tepatnya kawasan Niagara, pada 29 Maret 1848.

Aliran air terjun Niagara yang biasanya mengalir deras tiba-tiba berhenti. Masyarakat bertanya-tanya, mengapa air terjun terbesar di Amerika Utara itu berhenti mengalir.

Air terjun Niagara seperti tempat mati. Keramaian yang acap kali tertuju pada destinasi wisata ini menjadi sunyi. Peristiwa ini membuat orang ketakutan.

Selama ini, air terjun Niagara menjadi tempat wisata yang membuat desa-desa tumbuh dengan baik di tepi sungai yang mengalir di wilayah Amerika Serikat atau Kanada. Desa-desa ini tumbuh untuk mengakomodasi sektor wisata di Niagara.

Selain itu, warga juga membangun dan memanfaatkan kekuatan air sungai untuk menjalankan pabrik berserta mesin-mesin di pabrik. Namun, berhentinya aliran air membuat semua berubah.

Berdoa bersama

Air Terjun Niagara dalam kondisi normalwikipedia Air Terjun Niagara dalam kondisi normal

Dilansir dari Wired, kisah berawal saat seorang petani AS bernama Jed Porter keluar berjalan-jalan menjelang tengah malam pada 29 Maret itu. Porter adalah orang pertama yang memperhatikan sesuatu yang berbeda.

Ia mulai melihat tak adanya air yang mengalir dan gemuruh suara air terjun tak terdengar. Setelah itu, ia pergi ke tepian sungai melihat hal serupa.

Menjelang fajar, pada 30 Maret, orang-orang mulai terbangun dari tidur lelapnya dan mulai merasakan keheningan yang tak biasa. Niagara yang terkenal perkasa kini hanyalah jadi tetesan-tetesan kecil.

Pabrik yang biasanya menggunakan air sebagai sumber listrik harus ditutup karena kincir telah berhenti. Orang-orang mulai mendekati sungai dan melihat bahwa ikan-ikan mati.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved