Berita Sungailiat

Kantongi Ijin Resmi PIP Malah Rusak Kawasan Wisata Belinyu

Aktifitas penambangan pasir timah menggunakan ponton isap penambangan (PIP) ternyata tak hanya merambah Laut Pantai Romodong, tetapi Pantai Penyusuk.

Kantongi Ijin Resmi PIP Malah Rusak Kawasan Wisata Belinyu
(Ist/Achmad Suherman)
Tampak Tim Satpol PP Bangka, Senin (1/4/2019), meninjau kebersaam PIP di Laut Pantai Penyusuk Belinyu Bangka. Laut Pantai Penyusuk, bersebelahan dengan pantai Remodong Belinyu. 

BANGKAPOS.COM-- Aktifitas penambangan pasir timah menggunakan ponton isap penambangan (PIP) ternyata tak hanya merambah Laut Pantai Romodong, namun juga Pantai Penyusuk Belinyu Bangka. Fakta ini merupakan temuan Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka menindak lanjuti laporan warga, Senin (1/4/2019).

"Laporan warga bahwa Pantai Penyusuk Belinyu dirambah penambang. PIP sudah masuk ke Pantai Penyusuk Belinyu," kata Kepala Satpol PP Bangka Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman kepada bangkapos.com, Senin (1/4/2019).

Menurut Suherman, keberadaan PIP tersebut sangat disayangkan karena dapat merusak keindahan perairan pantai yang dimaksud. "Sangat disayangkan kawasan wisata Penyusuk yang begitu indah dengan panorama batu tersusun serta ada tiga pulau yang salah satunya Pulau Putri," katanya.

Apalagi Perairan Penyusuk Belinyu merupakan spot diving. Wisatawan dapat menyelam ke dasar laut menikmati keindahan biota di perairan ini. "Karena daerah tersebut merupakan spot diving. Karang-karang dan ikan begitu menarik dan merupakan kawasan favorit wisata bahari," sesal Suherman.

Pada kesempatan yang sama Suherman mengatakan, beredar kabar sejumlah kapal isap pertambangan (KIP) akan ikut mengekploitasi laut tersebut, namun ditentang oleh masyarakat. "Makanya timbul upaya untuk menambang dengan cara melegalkan PIP, yaitu berskala kecil menggunakan masyarakat kecil sebagai tenaga kerjanya," ungkapnya.

Suherman menyesalkan, pihak tertentu menggunakan pola akal-akalan demi mendapatkan mineral di kawasan perairan yang dimaksud. Buntutnya dikawatirkan, akan terjadi pertikaian antar masyarakat dalam wilayah yang sama. "Kami berharap janganlah menggunakan masyarakat kecil untuk diadudomba dengan masyarakat yang peduli pariwisata dan nelayan," imbau Suherman.

Pada akhirnya pihak pemegang regulasi agar tidak mggunakan cara sepeti ini demi mendapatkan keuntungan menambang. Apalagi sejak beberapa waktu lalu terjadi demo penolakan pada penambangan laut di Belinyu oleh sebagian besar warga.

"Karena masyarakat sekarang bergantung hidup dengan nelayan juga, termasuk sektor pariwisata. Jangan sampai nanti akhirnya masyarakat penambang ribut dengan masyarakat yang peduli pariwisata dan nelayan. PIP ini infonya mendapat ijin dari PT Timah,"  beber Suherman.

Suherman berharap perusahaan plat merah tersebut mencabut ijin PIP di kawasan wisata demi upaya menjaga kelestarian lingkungan nelayan dan pariwisata. "Ada belasan PIP parkir (belum beroperasi) dan ada lima unit yang beroprasidi Penyusuk. Para pengunjung pantai protes karena adanya penambangan ini," Kata Suherman.

Edisi sebelumnya disebutkan, ratusan nelayan gabungan Kabupaten Bangka dan Bangka Barat bersatu. Mereka mengelar aksi demo soal PIP di Laut Pantai Remodong Belinyu, sebelum PIP pindah ke Laut Pantai Penyusuk Belinyu. Usai demo masaa, Direktur PT Timah Tbk, diwakili Humas Perusahaan, Anggi Siahaan memberikan tanggapan resmi.

Kepada sejumlah wartawan, Anggi sempat menyatakan, ijin PIP di Laut Pantai Remodong Belinyu dikeluarkan secara resmi sesuai prosedur oleh PT Timah Tbk. Alasannya,Laut Pantai Remodong merupakan Ijin Usaha Penambangan (IUP) PT Timah Tbk. Namun demikian Anggi menyebutkan, terkait aksi demo nelayan, PT Timah akan mengkaji dan mengevaluasi perijinan PIP di Laut Pantai Remodong yang dimaksud.

Sedangkan terkait temuan Satpol PP soal PIP di Laut Pantai Penyusuk Belinyu Bangka, Anggi belum memberikan komentar. Pejabat Humas perusahaan ini telah dihubungi oleh Bangka Pos melalui pesan Whastapps (WA) ke nomor telepon selulernya, Senin (1/4/2019) Pukul18.55 WIB, namun hingga berita ini diturunkan, Anggi belum memberikan balasan. (Bangkapos.com/Ferylaskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved