Video Kebakaran Gereja Notre-Dame De Paris, Ini Beberapa Fakta yang Terhimpun
Kebakaran besar terjadi di Gereja Notre-Dame yang merupakan ikon wisata Paris, Perancis, dan menghancurkan puncak menara serta atap.
"Jika kami menggunakan saran beliau (Trump) menggunakan bom air, maka keseluruhan struktur bangunan katedral bisa kolaps," ujar dinas keamanan dalam twit.
3. Tingkat Kerusakan
Pada pukul 19.50, puncak menara, benda setinggi 93 meter yang menjadi ikon utama Notre Dame, pelan-pelan jatuh. Beberapa jam kemudian, atap gereja juga kolaps.
Komandan Brigade Pemadam Kebakaran Jean-Claude Gallet mengatakan mereka masih belum mengtahui tingkat kerusakan hingga api ditaklukkan sekitar pukul 23.00.
Kepada awak media, Gallet menjelaskan kebakaran itu berdampak kepada dua per tiga atap, begitu juga dengan puncak menara. Fokus mereka saat ini adalah mempertahankan bagian belakang.
Sejumlah barang berharga berhasil keluar. Seperti Mahkota Duri yang dipakai Yesus hingga jubah abad ke-13 yang dikenakan oleh Raja Perancis Louis, menurut rektor gereja Patrick Chauvet.
4. Pemulihan Butuh Bertahun-tahun
Presiden Konferensi Uskup Perancis Eric de Moulins-Beaufort mengemukakan, memulihkan dan membangun kembali Notre Dame merupakan pekerjaan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Wakil Wali Kota Paris unruk wilayah 4 Anne Le Breton berujar, organisasi Fondation du Patrimoine telah mengirim permintaan untuk rekonstruksi Notre Dame.
Kemudian miliuner Francois-Henri Pinault siap menyumabang 100 juta euro, sekitar Rp 1,5 triliun, untuk membantu proses pemulihan Notre Dame.
Presiden Emmanuel Macron yang hadir di lokasi menegaskan pekerjaan skala nasional bakal dilaksanakan. "Kita akan membangunnya kembali," kata Macron.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kebakaran di Gereja Notre Dame, Ini Fakta yang Berhasil Terhimpun".
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo