Breaking News:

Rahasia di Balik Metode Quick Count Pemilu 2019 Terungkap, dari SMS hingga Moda Transportasi

Terkuak Rahasia di Balik Metode Quick Count Pemilu 2019, Pakai SMS hingga Moda Transportasi

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Kompas Tv
Jokowi dan Prabowo 

Untuk lembaga survei Litbang Kompas, pada Pemilu 2019 ini mereka menggunakan metode akumulasi dengan interval.

Jelang Pencoblosan, Ustadz Yusuf Mansur Terang-terangan Posting Foto Sandiaga Meski Dukung Jokowi

Manajer Database Litbang Kompas, Ignatius Kristanto menjelaskan, jika Litbang Kompas mengambil sampel TPS secara acak namun tetap sistematis.

"Penarikan sampel untuk 2000 titik TPS diambil secara acak sistematis, pertama kita mengurutkan daftar pemilih tetap KPU, sekitar 190 juta pemilih di 800.000 TPS," jelasnya.

Berdasarkan penjelasan Kristanto, 2000 TPS yang terpilih menjadi sampel TPS ini dapat mempresentasikan kepadatan tiap daerah.

Dengan interval yang telah ditetapkan dengan metode ini, maka daerah yang punya daftar pemilih banyak dapat terwakili suaranya.

2. Menganalisis Moda Transportasi dan Akses Jalan

Namun, dari 2000 TPS yang dipilih itu, enggak semuanya bakal dipilih lho!

Ada Iklan Kampanye Ini, Tim Ahok-Djarot Tegur PPP Kubu Djan Faridz

Lembaga survei tetap memperhitungkan moda transportasi dan kemudahan akses ke TPS yang akan dijadikan sampel quick count.

Jika moda transportasi dan akses ke TPS tidak memadai, maka sampel TPS akan digeser ke lokasi terdekat yang memungkinkan.

3. Cek Kualitas Jaringan hingga Pakai SMS untuk Kirim Hasil Survei

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved