Griya
Selain Baja Ringan, Berikut Jajaran Material yang Cocok untuk Atap Kuat dan Tahan Lama!
Bagian atas rumah, karena posisinya yang di atas, perlu ekstra hati-hati dalam memilih materialnya. Apa saja yang perlu Anda ketahui?
BANGKAPOS.COM - Bagian atas rumah, karena posisinya yang di atas, perlu ekstra hati-hati dalam memilih materialnya. Apa saja yang perlu Anda ketahui?
Keteduhan rumah dapat dirasakan berkat adanya “topi” di bagian atas rumah, yang terdiri dari rangka dan penutup atap.
Namun, alih-alih memberi rasa aman dan nyaman, ”topi” itu bisa runtuh apabila kita tidak memilih dan memasang materialnya dengan baik.
Kayu yang Kuat dan Indah
Sifat alamiah dipadu dengan kekuatan yang ada pada kayu menjadi alasan mengapa orang senang memilihnya sebagai rangka atap rumah tropis.
Kekuatan kayu terlihat pada bangunan kuno yang bertahan hingga kini yang biasanya rangka atapnya terbuat dari kayu.
Jenis kayu yang baik sering disebut kayu kelas I dan II, misalnya kayu jati,ulin, damar laut, kamper banjar, dan bangkirai.
Menurut Rudi, Bagian Marketing PD Kayu Raja Mandiri yang berlokasi di Gunung Putri, Bogor beberapa jenis kayu tersebut, terutama jati sudah jarang digunakan karena sudah langka.
”Kayu kamper banjar juga sudah mulai langka,” lanjutnya. Kini kayu bangkirai banyak digunakan untuk rangka atap.
Baja Ringan yang Kuat
Baja ringan semakin marak dipergunakan pada 10-15 tahun belakangan ini di Indonesia.
Ini merupakan hasil teknologi tinggi sebagai pengganti peran kayu yang sudah mulai berkurang keberadaannya.

Tribun Jabar I Atap Baja
Bahkan material ini sering ditawarkan oleh pengembang sebagai nilai lebih pada spesifikasi struktur rangka atap bangunan rumah karena antilapuk antirayap, dan tahan sampai sekitar 20 tahun.
Yang perlu dipahami tentang rangka atap baja ringan adalah tekniknya yang sangat berbeda dengan pemasangan rangka atap kayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rangka-dan-penutup-atap-harus-kuat-dan-benar-aplikasinya.jpg)