Berita Bangka Selatan
Kerusakan Habitat Jadi Pemicu Penyerangan Buaya
Alobi Babel mencatat, dalam satu bulan ini, sudah beberapa kasus penyerangan buaya
Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Alobi Bangka Belitung, Langka Sanie, angkat bicara terkait kembali terjadinya penyerangan buaya yang melibatkan Mahrom (33) di sungai Empek Dusun Pasir Putih Desa Batu Betumpang.
Alobi Babel mencatat, dalam satu bulan ini, sudah beberapa kasus penyerangan buaya. Bahkan ada beberapa buaya yang telah di evakuasi ke Lembaga Konservasi Pusat Penyelamat Satwa Alobi Babel (LKPPS) yang berada di kampoeng reklamasi PT Timah di kawasan Air Jangkang, Merawang Kabupaten Bangka dan LK PPS Qurantine PLN Peduli Pangkalpinang.
Menurut Langka, beberapa faktor penyerangan salah satunya kerusakan habitat buaya yang dirambah aktivitas penambangan di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Sehingga dengan keadaan Habitat yang rusak dan minimnya sumber makanan sang reptil berdampak terjadi penyerangan-penyerangan terhadap manusia sebagai perlawanan atau sebagai bertahan hidup untuk mereka.
"Salah satu pemicu rusaknya habitat buaya. DAS di babel ini telah banyak dijarah tambang-tambang ilegal dan juga salah satu faktornya diduga ialah karena sumber makanan alami buaya seperti monyet, durung bangau, Tupai dan lain lain sudah di buru secara luar biasa," ujar Langka Sanie, melalui pesan WA, Sabtu (11/5/2019) malam.
(Bangkapos/Anthoni Ramli)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/alobi-foundation.jpg)