Berita Pangkalpinang

90 Persen Siswa SMAN 1 Pangkalpinang Melanjutkan ke Perguruan Tinggi

SMAN 1 Pangkalpinang hampir 90 persen siswanya melanjutkan ke Perguruan Tinggi, ini berkaca dari tahun-tahun sebelumnya.

90 Persen Siswa SMAN 1 Pangkalpinang Melanjutkan ke Perguruan Tinggi
Dokumen Bangka Pos
Wisuda siswa Smansa Pangkalpinang di Soll Marina Hotel, Senin (13/5/2019).. 

BANGKAPOS.COM - Ujian Nasional tidak lagi menjadi penentu kelulusan sekolah, penentuan kelulusan berdasarkan pada beberapa aspek penilaian termasuk juga sikap para pelajar selama tiga tahun di sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalpinang, Kamiludin mengatakan kelulusan ditentukan dari nilai ujian sekolah, ujian nasional, ujian praktek, sikap para siswa selama di sekolah.

"UN tidak lagi jadi penentu kelulusan, tapi untuk pemetaan mutu pendidikan. Semakin baik hasil UN semakin baik pula mutu sekolah itu," kata Kamiludin, Senin (13/5/2019)

Ia menyebutkan, kendati kelulusan ditentukan oleh pihak sekolah, menurutnya bukan berarti ada nilai belas kasihan yang membuat siswa diluluskan.

"Ada kriterianya unyuk kelulusan ini, harus berkelakuan baik, rata-rata nilai UN dan US harus diatas 5,5 dan ini diputuskan di rapat dewan guru. Enggak ada lagi yang sistemnya dongkrak nilai karena kasian. UN kan sudah berbasis komputer," sebutnya.

Kamiludin menyampaikan, untuk SMAN 1 Pangkalpinang hampir 90 persen siswanya melanjutkan ke Perguruan Tinggi, ini berkaca dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, kata dia kemungkinan tidak akan jauh berbeda.

"Kami minta siswa kami yang lulus untuk melaporkan mereka melanjutkan kemana dan 90 persen melanjutkan. Kebanyakan mereka ke perguruan tinggi negeri baik itu masuk melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, maupun mandiri," kata dia.

Tahun ini saja, kata Kamiludin setidaknya ada 34 siswa Smansa Pangkalpinang yang lulus SNMPTN di perguruan tinggi negeri seperti di UBB, UI, Unpad, UPI, IPB, ITB dan beberapa kampus negeri lainnya.

"Jumlah ini bertambah dsri tahun lalu yang hanya 20 an, bahkan tahun ini ada dua orang anak kami yang masuk universitas luar negeri di Malaysia dan Belanda," katanya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved