Berita Pangkalpinang

Bukan dari Ulat Bulu, Dinkes Babel Menduga Warga Pangkalbalam Terkena Penyakit Kulit Scabies

Sudah tiga hari terakhir ini puskesmas membuka posko, pengobatan bagi warga yang mengeluhkan penyakit ini.

Bukan dari Ulat Bulu, Dinkes Babel Menduga Warga Pangkalbalam Terkena Penyakit Kulit Scabies
Dokumen Bangka Pos
Warga Pangkallarang mendapat perawatan medis dari akibat terkena serangan wabah ulat bulu, Selasa (11/6/2019) dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengatakan jika indikasi awal timbulnya bintik-bintik merah yang disertai rasa gatal yang menyerang warga di Pangkalbalam mengarah pada penyakit kulit scabies.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Rais Haru mengatakan jika hal ini tidak seheboh yang dibicarakan oleh orang-orang, yang sampai mengatakan bahwa ini diakibatkan oleh wabah ulat bulu.

Ia menjelaskan jika penyakit scabies adalah penyakit yang diakibatkan oleh kutu, bukan oleh ulat bulu yang diakibatkan oleh masalah sanitasi lingkungan.

"Itu berkaitan dengan sanitasi, berhubungan dengan kebersihan lingkungannya, termasuk airnya," ujar Rais, Kamis (13/6) kepada bangkapos.com 

Rais Haru Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesahatan Provinsi Bangka Belitung.
Rais Haru Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesahatan Provinsi Bangka Belitung. (Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Sehingga ia mengatakan perlunya diterapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sehingga ia merasakan dibutuhkannya penyuluhan oleh puskesmas setempat terhadap warga disana.

Penyakit scabies yang menyerang warga Pangkalbalam ini, menurut Dinkes adalah jenis penyakit yang menular jika melakukan kontak fisik langsung dengan penderita, namun tergolong penyakit kulit biasa yang bisa disembuhkan.

Sudah tiga hari terakhir ini puskesmas membuka posko, pengobatan bagi warga yang mengeluhkan penyakit ini.

Terakhir Rais mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik, dikarenakan saat ini petugas dari dinkes sudah siap dilapangan. Dan masyarakat pun perlu menerapkan PHBS, dengan selalu memastikan air dan kondisi sanitasi lingkungannya terjaga dengan baik.

(Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved