Selasa, 21 April 2026

Rumah Bekas Pembunuhan 6 Orang di Pulomas Laku Terjual, Ini Sosok Pembelinya

Pada Desember 2016 lalu masyarakat digegerkan dengan pemberitaan penyekapan di rumah mewah milik arsitek yang memiliki perusahaan properti itu

Editor: khamelia
TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Rumah almarhum Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara No 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, kini dijual. 

BANGKAPOS.COM--Menjadi lokasi bekas perampokan dan pembunuhan, rumah mewah milik Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur menyisakan kisah misteri bagi warga sekitar.

Pada Desember 2016 lalu masyarakat digegerkan dengan pemberitaan penyekapan di rumah mewah milik arsitek yang memiliki perusahaan properti itu.

Sebanyak 11 orang mengalami penyekapan di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter.

Peristiwa itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia termasuk Dodi dan kedua putrinya.

Rupanya, pascakejadian tersebut beberapa warga mengalami hal ganjil seperti mendengar jeritan dan tangisan.

"Saya diceritakan pembantu di sini tiap kali kerja. Mereka bilang tiap tengah malam dengar suara jeritan dan tangisan. Dan, itu sering katanya," ujar Mutasir (68), tukang kebun sebelah rumah tersebut, Selasa (18/6/2019).

Ia melanjutkan, selang beberapa tahun kejadian tersebut mulai jarang dirasakan oleh para pembantu.

Mereka sudah merasa biasa saja ketika sesekali mendengar hal tersebut.

"Tapi alhamdulillah sekarang sudah jarang dengar lagi kata mereka. Kalau dengar ya udah biasa saja. Namanya musibah, kita doakan saja semoga almarhum dan almarhumah di tempatkan di tempat terbaik," sambungnya.

Tak hanya jeritan dan tangisan, seorang ojek online juga pernah mengantarkan pesanan makanan ke rumah tersebut pascakejadian.

Kamar mandi tempat perampok menyekap Dodi Triono dan keluarganya di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) pagi.
Kamar mandi tempat perampok menyekap Dodi Triono dan keluarganya di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) pagi. (Tribunnews.com)

Hal ini diungkapkan oleh Sekertariat RW 14, Warjo kepada TribunJakarta.com.

"Waktu itu malahan ada ojol yang bawa pesanan makanan dan sudah teriak tapi tak ada jawaban. Kemudian dia ke sini (pos satpam), tanya ke kita pemilik rumah itu. Kita ceritakan kalau rumah tersebut sudah tidak ada pemiliknya dan kita ceritakan kejadiannya. Rupanya dia tidak tahu. Ya, kita enggak tahu dia diorder sama siapa, orang iseng atau bukan," jelasnya.

Baik Mahmud maupun Warjo, keduanya menjelaskan kondisi rumah selama ini tetap terjaga dan terawat meskipun belum dihuni atau ditinggali.

Keduanya juga menyebutkan agar masyarakat untuk tidak beranggapan bahwa rumah tersebut seram.

Perwakilan Pemilik Rumah Tanya Sekretariat RW

Sudah laku terjual, perwakilan pemilik rumah mewah bekas lokasi perampokan dan pembunuhan di Pulomas sudah sempat menanyakan rumah RT, RW dan Sekretariat RW.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Tags
Pulomas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved