Selasa, 19 Mei 2026

Rip Currents Ombak Tenang tapi Bisa Seret Orang ke Tengah Laut, Kenali Cara Menghadapinya

Legenda Persis Solo, Ferry Anto dan putrinya, Freya Fajrina Dwi Saputri yang berusia 7 tahun dilaporkan hilang terseret ombak di pantai Baru.

Tayang:
Editor: fitriadi
Kolase tribunjateng.com/galih permadi & Facebook Aditya Wahyudin
Foto Terakhir Ferry Anto Beri Petunjuk Penyebab Dirinya Hilang Terseret Ombak, Kenali Rip Currents, Arus Tenang Namun Mematikan! 

BANGKAPOS.COM - Legenda Persis Solo, Ferry Anto dan putrinya, Freya Fajrina Dwi Saputri yang berusia 7 tahun dilaporkan hilang terseret ombak di pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/6/2019).

Sebelum hilang, Ferry Anto rupanya sempat mengunggah status WhatsApp pada Kamis (20/6/2019) pagi.

Di foto yang ia unggah, tampak seorang pria, diduga Ferry Anto, sedang memandang laut lepas membelakangi kamera.

"@pantai baru Bantul DIY," tulis Ferry seperti dikutip Grid.ID dari Tribun Jateng.

Namun ada hal yang mencuri perhatian dari foto berlatar ombak pantai tersebut.

Ada bagian ombak yang tidak terpecah seperti yang lainnya.

Diduga ombak yang tidak terpecah tersebut adalah boleran atau rip currents.

Hal ini diungkap oleh pengguna Facebook bernama Aditya Wahyudin.

Dalam foto kurang jelas, tapi terlihat dikit itu area boleran, tapi bisa jadi itu bukan area boleran, tapi tanda-tandanya sudah ada, ombaknya tidak memecah," tulis Aditya Wahyudin.

Status Ferry Anto sebelum dirinya hilang terseret ombak laut.
Status Ferry Anto sebelum dirinya hilang terseret ombak laut. (Facebook Aditya Wahyudin)

Menurutnya, boleran atau rip currents tersebut suka didekati oleh pengunjung lantaran airnya tampak tenang.

Namun justru ketenangan air itulah yang bisa menyeret orang dengan kuat hingga ke tengah laut.

Rip Currents ini merupakan arus pantulan dari gelombang laut yang menghempas pantai.

Dikutip Grid.ID dari NOAA, arus tersebut mengalir menjauh dari garis pantai ke arah lautan.

Proses terbentuknya Rip Currents atau boleran.
Proses terbentuknya Rip Currents atau boleran. (oceanservice.noaa.gov screenshot)
Proses terbentuknya Rip Currents atau boleran.
Proses terbentuknya Rip Currents atau boleran. (oceanservice.noaa.gov screenshot)

Kecepatan arus ini bahkan bisa mencapai 2,5 meter per detik, atau jauh lebih cepat dari perenang tercepat dunia sekalipun.

Aditya Wahyudin juga memberikan beberapa contoh foto terjadinya rip currents.

Penampakan rip currents dilihat dari tepi pantai. Tampak air tenang di sela ombak yang pecah.
Penampakan rip currents dilihat dari tepi pantai. Tampak air tenang di sela ombak yang pecah. (Facebook Aditya Wahyudin)
Penampakan rip currents dari atas. Tampak 'robekan' ombak seperti air tenang.
Penampakan rip currents dari atas. Tampak 'robekan' ombak seperti air tenang. (Facebook Aditya Wahyudin)
Penampakan rip currents dari atas. Tampak 'robekan' ombak seperti air tenang.
Penampakan rip currents dari atas. Tampak 'robekan' ombak seperti air tenang. (Facebook Aditya Wahyudin)
Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved