Madu Khas Desa Namang Diburu karena Keasliannya

Ada dua jenis madu yang dijualnya, yakni madu pahit dari kembang atau bunga pohon pelawan dan madu manis dari bunga pohon Penting.

Madu Khas Desa Namang Diburu karena Keasliannya
Bangka Pos/Edwardi
Komariah menjual madu khas Desa Namang di lapaknya pinggir jalan raya Pangkalpinang-Koba. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Para pengendara yang melewati jalan raya Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah tampak di beberapa titik pinggiran jalan terlihat lapak para penjual madu yang dikemas dalam botol beling bekas sirup dan botol plastik bekas minuman ringan atau soda.

"Saat ini memang lagi banyak madu yang berhasil diambil para pengusung madu di hutan-hutan Desa Namang, ada madu pahit dan madu manis," kata Komariah, wanita paruh baya yang menjual madu di lapak sederhana perbatasan awal masuk Desa Namang yang ditemui bangkapos.com, Senin (22/07/2019).

Komariah mengaku sudah cukup lama menjual madu khas Desa Namang ini.

"Madu ini madu asli pak, silahkan bapak coba. Madu ini hasil mengusung di hutan-hutan Desa Namang ini," ujar Komariah.

Diungkapkannya, ada dua jenis madu yang dijualnya, yakni madu pahit dari kembang atau bunga pohon pelawan dan madu manis dari bunga pohon Penting.

"Harga madu pahit botol besar Rp 200.000 per botol dan botol plastik ukuran kecil Rp 150.000. Harga madu manis botol besar Rp 100.000 per botol sedangkan ukuran botol kecil Rp 70.000 per botolnya," ungkap Komariah.

Madu pahit hanya ada satu kembang atau bunga saja, yakni bunga pohon pelawan. Sedangkan madu manis berasal dari banyak bunga pohon, seperti pohon karet, Lenting, Mengkudung, Gelam dan lainnya.

Madu khas Desa Namang di lapaknya pinggir jalan raya Pangkalpinang-Koba.
Madu khas Desa Namang di lapaknya pinggir jalan raya Pangkalpinang-Koba. (Bangka Pos/Edwardi)

"Madu manis yang bagus itu dari kembang pohon Mengkudung karena warnanya agak kehitaman seperti madu pahit, kalau madu manis kembang karet warnanya bening. Kalau madu manis kembang Gelam ada bau busuknya, kalau madu manis kembang Lenting warnanya kuning, dan saat ini lagi musim madu manis kembang Lenting," jelas Komariah.

Madu ini diperolehnya dari petani pengusung madu di Desa Namang yang sudah menjadi langganan dan kenalannya sejak lama.

"Para pengusung madu ini tidak mau sembarangan menjual madu ke orang, dia hanya mau menjual kepada orang tertentu dan sudah dikenalnya saja," tukasnya.

Sementara Husin, pembeli madu mengaku sengaja datang ke Desa Namang untuk mencari madu pahit pelawan dan madu manis.

"Kalau kita beli langsung kesini dijamin masih asli dan rasanya juga masih fresh. Saat kita buka tutup botolnya tidak lama buih madu langsung menyembur keluar, ini menunjukkan kualitas madunya bagus," ujarnya.

Ditambahkannya, untuk harga madu asli kalau beli langsung kesini tidak terlalu mahal dan masih terjangkau.

"Untuk harga lebih murah sedikit tapi yang penting itu keasliannya," imbuhnya.

(Bangka Pos/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved